Ilustrasi: Viralterkini.id Viralterkini.id – Pemerintah Amerika Serikat menargetkan penguasaan wilayah udara Iran dalam waktu dekat. Gedung Putih menilai operasi militer yang berjalan saat ini berada di jalur yang sesuai rencana.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan hal itu kepada wartawan pada Jumat (6/3/2026) waktu setempat.
“Kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Pemerintah memperkirakan target operasi dapat tercapai dalam waktu sekitar empat hingga enam minggu,” kata Leavitt
Leavitt menjelaskan bahwa militer Amerika Serikat menjalankan operasi dengan beberapa target strategis. Salah satu target utama mencakup penguasaan wilayah udara Iran.
Menurutnya, penguasaan ruang udara akan memperkuat posisi militer Amerika Serikat dalam konflik yang sedang berlangsung.
Leavitt menegaskan bahwa Presiden Donald Trump memantau perkembangan operasi secara langsung.
“Presiden bertindak sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata. Ketika beliau menilai Iran tidak lagi menjadi ancaman bagi Amerika Serikat, maka tujuan operasi dianggap tercapai,” ujar Leavitt.
Ia menambahkan bahwa pemerintah menilai kondisi tersebut akan menempatkan Iran pada posisi penyerahan tanpa syarat.
Selain operasi militer, pemerintah Amerika Serikat juga membahas kemungkinan perubahan kepemimpinan di Iran. Leavitt mengatakan lembaga intelijen Amerika Serikat menilai sejumlah figur yang berpotensi memimpin negara tersebut.
Namun ia menolak menyebut nama tokoh yang masuk dalam pembahasan.
“Saya mengetahui ada beberapa tokoh yang sedang dipertimbangkan oleh badan intelijen kami dan pemerintah Amerika Serikat, tetapi saya tidak akan membahas lebih jauh mengenai hal tersebut,” kata Leavitt.
Presiden Donald Trump sebelumnya menyampaikan pandangannya mengenai masa depan kepemimpinan Iran. Ia menyampaikan hal itu dalam wawancara dengan Reuters pada 5 Maret.
Trump menilai Amerika Serikat perlu terlibat dalam menentukan arah kepemimpinan Iran setelah konflik berakhir.
Ia juga menilai kandidat yang selama ini dianggap kuat belum tentu akan memimpin Iran.
Trump menyinggung putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Ia menilai tokoh tersebut kemungkinan tidak akan menjadi pemimpin berikutnya.
Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan militer pada tahap awal konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Trump juga menyampaikan sikap tegas terkait penyelesaian konflik dengan Iran. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan menerima kesepakatan tanpa penyerahan tanpa syarat.
Leavitt menjelaskan bahwa pernyataan tersebut mencerminkan tujuan akhir operasi militer Amerika Serikat.
“Ketika Presiden menilai Iran tidak lagi menimbulkan ancaman dan tujuan Operasi Epic Fury telah tercapai, maka kondisi itu menempatkan Iran dalam posisi penyerahan tanpa syarat,” kata Leavitt.
Pemerintah Amerika Serikat terus memantau perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah sambil menjalankan operasi militer yang masih berlangsung. (**)