x Pulau Seribu Asri

Aksi Solidaritas untuk Andrie Yunus Menguat di UGM

waktu baca 3 menit
Selasa, 17 Mar 2026 11:32 16 M Ary K

Viralterkini.id, Yogyakarta — Puluhan ibu-ibu dan mahasiswa menggelar aksi solidaritas untuk Andrie Yunus di kawasan Bundaran Universitas Gadjah Mada, Sabtu (14/3/2026).

Aksi ini menjadi bentuk dukungan publik sekaligus desakan agar aparat segera mengungkap pelaku dan dalang di balik teror penyiraman air keras yang menimpa aktivis tersebut.

Para peserta aksi membawa poster berisi pesan solidaritas serta tuntutan keadilan. Mereka juga menyerukan penghentian segala bentuk intimidasi terhadap aktivis dan pembela hak asasi manusia (HAM).

“Jangan ada lagi intimidasi dan kriminalisasi,” ujar Naysilla Rose, salah satu peserta aksi.

Perempuan yang akrab disapa Cila itu menegaskan bahwa negara harus hadir memberikan jaminan keamanan bagi warga, khususnya mereka yang memperjuangkan kebebasan berpendapat dan hak-hak sipil.

Menurutnya, kasus yang menimpa Andrie Yunus menjadi ancaman nyata bagi ruang demokrasi. “Rasa-rasanya pisau itu sudah ada di dekat leher. Dan sudah saatnya kita membangun kekuatan bersama,” katanya.

Aksi solidaritas ini juga diisi dengan pembagian bunga serta takjil untuk berbuka puasa bersama, sebagai simbol kepedulian dan kebersamaan lintas kelompok masyarakat.

Desakan Ungkap Dalang dalam 7 Hari
Cila yang tergabung dalam komunitas Suara Ibu Indonesia bersama mahasiswa lintas kampus mendesak pemerintah untuk segera mengungkap kasus tersebut, termasuk aktor intelektual di balik serangan.

Ia bahkan meminta aparat bisa menyelesaikan pengungkapan kasus dalam waktu tujuh hari. “Pemerintah seharusnya bisa mengungkap siapa dalangnya,” tegasnya.

Senada, peserta aksi lainnya, Wasingatu Zakiyah, menilai kegagalan mengungkap kasus ini akan menjadi indikator lemahnya kehadiran negara dalam melindungi warganya. “Jika kasus ini tidak terungkap, negara memang benar-benar tidak ada,” ujarnya dalam orasi.

Serangan Terencana, 310 Organisasi Mengecam
Dukungan terhadap Andrie juga datang dari 310 organisasi dan individu yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil. Mereka mengecam keras serangan penyiraman air keras yang terjadi pada Jumat dini hari (13/3/2026) di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Serangan tersebut menyebabkan korban mengalami luka bakar serius sekitar 24 persen di tubuhnya, termasuk wajah, mata, dada, dan kedua tangan.

Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku berjumlah dua orang yang mendekati korban menggunakan sepeda motor dan langsung menyiramkan cairan kimia berbahaya sebelum melarikan diri.

Koalisi menilai serangan ini bukan tindakan kriminal biasa, melainkan aksi yang direncanakan dan terorganisasi, serta berpotensi sebagai upaya pembungkaman terhadap kerja-kerja advokasi HAM.

Serangan terjadi tak lama setelah Andrie menyelesaikan kegiatan advokasi publik, termasuk rekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.

Latar Belakang Aktivisme Andrie Yunus
Koalisi mencatat Andrie Yunus aktif dalam berbagai advokasi penting, termasuk sebagai anggota tim investigasi independen terkait rangkaian demonstrasi dan kerusuhan Agustus 2025.

Laporan investigasi tersebut mengungkap dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat, penangkapan massal, hingga kriminalisasi warga sipil dalam skala luas.

Selain itu, Andrie juga dikenal vokal mengkritik proses pembahasan revisi Undang-Undang TNI yang dinilai tidak transparan dan berpotensi menghidupkan kembali praktik dwifungsi militer.

Kapolri Beri Atensi Khusus
Di tengah tekanan publik, Kapolri Listyo Sigit Prabowo disebut telah memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Jhonny Edison Isir menyatakan bahwa penyelidikan dilakukan secara berlapis, mulai dari Polres Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, hingga Bareskrim Mabes Polri.

Sementara itu, Menteri Koordinator Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra menilai serangan tersebut kuat dugaan dilakukan secara terencana dan terorganisasi.

Ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini hingga ke aktor intelektual, bukan hanya pelaku lapangan.

Tuntutan Perlindungan Aktivis
Koalisi Masyarakat Sipil juga mendesak pemerintah memberikan perlindungan nyata bagi Andrie Yunus dan para pegiat HAM lainnya, serta memastikan pemulihan menyeluruh bagi korban.

Mereka menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi teror terhadap pembela HAM di negara demokrasi.

“Kasus ini tidak boleh berakhir tanpa kejelasan seperti banyak kasus kekerasan terhadap aktivis sebelumnya,” tegas koalisi. (ma)

Iklan

Ucapan

Ucapan lebaran rektor ununtara
Ucapan lebaran rektor ununtara

INSTAGRAM

15 hours ago
23 hours ago
23 hours ago
24 hours ago
24 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri