Kredit Foto: BBC.com Viralterkini.id – Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini berkembang jauh lebih cepat. Banyak aplikasi dan platform mulai menawarkan fitur yang secara otomatis menganalisis dan mengedit foto-foto Anda, bahkan tanpa Anda sadari atau tanpa keahlian edit manual. Fitur ini mulai muncul di berbagai layanan populer pada 2025–2026.
Contohnya, Google Photos kini mampu mengedit foto hanya dengan perintah suara atau teks sederhana, seperti “hapus latar belakang”, “perbaiki warna”, atau “hilangkan refleksi”. Fitur ini memanfaatkan model AI canggih untuk memahami permintaan pengguna dan menerapkannya langsung.
AI ini juga bisa memperhalus ekspresi wajah, membuka mata yang terpejam, atau mengubah pose kecilberdasarkan foto lain yang ada di galeri Anda. Ini menunjukkan bahwa revolusi edit foto kini tidak hanya tentang filter visual, tetapi juga perubahan konten secara nyata.
Perubahan ini terjadi karena model AI modern dilatih menggunakan juta-an gambar dan teknik pembelajaran mesin kompleks. Ketika Anda memberi perintah sederhana, AI dapat membaca konteks gambar dan menerapkan perubahan yang sesuai — seperti halnya asisten kreatif otomatis untuk foto Anda.
Fitur semacam ini berbeda dari edit manual tradisional yang membutuhkan waktu dan keahlian. Kini, siapa pun dapat memperbaiki foto buruk atau membuat versi baru dari foto lama hanya dengan beberapa kata perintah.
Ada beberapa manfaat dari kemampuan AI ini:
Alat seperti Google Photos bahkan punya fitur yang secara otomatis menganalisis wajah dan area foto untuk melakukan perbaikan cerdas tanpa pengaturan rumit.
Meski mengagumkan, tren AI ini membawa sejumlah risiko nyata:
Beberapa algoritma AI perlu mengakses galeri foto atau metadata untuk mempelajari pola gambar. Ini dapat memunculkan kekhawatiran soal bagaimana data pribadi Anda diproses, disimpan, atau bahkan disalahgunakan oleh pihak ketiga.
AI edit foto kerap digunakan untuk membuat deepfake atau manipulasi visual yang menyesatkan. Hal ini sudah terjadi di berbagai platform, di mana foto selebritas atau publik figur diedit secara tidak pantas dan viral di media sosial.
Editing otomatis yang tanpa batas dapat menyebarkan gambar yang salah atau menyesatkan. Foto hasil AI kadang sulit dibedakan dari foto asli, sehingga risiko disinformasi meningkat drastis.
Beberapa aplikasi edit foto AI yang tidak tepercaya bisa meminta izin berlebihan atau bahkan menyisipkan malware yang mengancam perangkat dan data pengguna.
Di Indonesia, tren AI edit foto otomatis sudah mulai terasa melalui berbagai aplikasi populer, baik mobile maupun desktop. Banyak pengguna kini:
Namun, pengguna juga perlu lebih waspada terhadap privasi dan potensi manipulasi konten visual yang bisa mengaburkan fakta atau merugikan orang lain secara moral maupun hukum.
Tidak ada komentar