Viralterkini.id, Jakarta – Kekalahan telak Timnas Indonesia 1-5 dari Australia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia terus menuai sorotan. Dosen dan pegiat media sosial, Dr. Drs. Ade Armando, M.Sc., menilai kegagalan ini tak lepas dari keputusan Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang mengganti pelatih Shin Tae-yong dengan Patrick Kluivert.
Ade menilai keputusan pergantian pelatih di tengah perjalanan kualifikasi sebagai tindakan keliru dan bertentangan dengan “hukum alam”.
Menurutnya, alam semesta bergerak teratur dan perubahan besar yang tidak rasional kerap berujung pada kehancuran.
“Pak Erick harus bersiap-siap mengundurkan diri dari PSSI. Keputusan mengganti Shin Tae-yong dengan Kluivert adalah blunder besar dan bertentangan dengan hukum alam,” kata Ade dalam pernyataannya yang dikutip Sabtu (23/3/2025).
Ade menjelaskan, Kluivert tidak punya cukup waktu untuk mengenal karakter pemain Indonesia. Ia juga menilai pengalaman Kluivert sebagai pelatih sangat minim dan tak pernah mencatatkan prestasi membanggakan di tim-tim sebelumnya. Terlebih, skuad Garuda hanya berlatih selama sepekan jelang laga krusial melawan Australia.
“Chemistry di antara pemain belum terbangun. Bahkan pelatih sekelas Kluivert bukan sosok yang tepat untuk meramu tim yang membutuhkan kerja sama solid dalam waktu singkat. Sementara Shin Tae-yong sudah lima tahun bersama tim ini dan membawa banyak kemajuan,” jelasnya.
Di bawah asuhan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia disebut Ade telah menunjukkan peningkatan signifikan dan bahkan mampu mengalahkan Arab Saudi 2-0 serta menahan imbang Australia.
Hal ini membuat kepercayaan publik melonjak dan impian tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya semakin nyata.
Namun semua itu hancur, lanjut Ade, setelah keputusan sepihak Erick Thohir memberhentikan Shin Tae-yong tanpa alasan jelas di hadapan publik.
Beredar kabar, pemecatan itu disebabkan ketegasan STY yang dianggap terlalu keras dan persoalan komunikasi karena keterbatasan bahasa Inggris. Namun Ade menilai alasan tersebut tidak masuk akal.
“Di dunia sepak bola modern, perbedaan bahasa bukan alasan menghentikan pelatih yang sudah terbukti membawa tim berkembang. Apalagi kedisiplinan STY justru menjadi kunci keberhasilan selama ini,” tegasnya.
Ade juga menyoroti alasan di balik pemilihan Patrick Kluivert. Berdasarkan informasi yang beredar, Kluivert terpilih karena menjadi satu-satunya kandidat yang memenuhi undangan wawancara Erick Thohir di Eropa saat Natal 2024. Calon lain menolak hadir karena ingin merayakan Natal bersama keluarga.
“Bukan karena Kluivert paling hebat, tapi karena dia yang mau datang di hari suci umat Kristiani. Ironis, karena track record-nya sebagai pelatih biasa saja dan bahkan terlibat kasus hutang judi,” lanjut Ade.
Menurutnya, Erick Thohir sebagai pengambil keputusan utama harus bertanggung jawab penuh atas kekalahan memalukan dari Australia.
Ia menilai pernyataan Erick di media sosial yang terkesan lepas tangan justru semakin memperlihatkan ketidakpahamannya dalam mengelola sepak bola nasional.
“Erick bilang akan terus mendukung timnas, tapi lupa kalau sebagai Ketum PSSI dia wajib bertanggung jawab, bukan hanya mendukung kalau menang saja,” tegas Ade.
Ade menyimpulkan, kini satu-satunya jalan untuk menyelamatkan Timnas adalah meraih kemenangan di dua laga krusial berikutnya melawan Bahrain dan China.
Jika tidak, baik Kluivert maupun Erick Thohir harus mempertimbangkan untuk mundur demi masa depan sepak bola Indonesia.
Tidak ada komentar