Foto: Kepala BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Dr. Hary Budiarto, MKom, dalam acara Kuliah Umum bertajuk “Peluang dan Tantangan Bisnis Digital Menuju Indonesia Emas”/ bc Viralterkini.id, Jakarta – Kepala BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Dr. Hary Budiarto, MKom, menyetakan bahwa saat ini kita dihadapkan dengan dua kehidupan, yaitu kehidupan yang sebenarnya dan juga kehidupan maya atau digital seperti yang disampaikannya dalam acara Kuliah Umum bertajuk “Peluang dan Tantangan Bisnis Digital Menuju Indonesia Emas” yang diselenggarakan di Gd. Vokasi Institut STIAMI Jakarta, Selasa (27/11).
Hary Budiarto menyatakan perkembangan ekonomi digital dan bisnis digital di Indonesia terlihat terus bertumbuh sejak tahun 2022 sampai dengan tahun 2024. Bahwa ditahun 2022 pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia berada pada posisi 76 juta dolar AS, sementara di tahun 2023 pertumbuhan ekonomi digital berada pada posisi 80 juta dolar AS dan di tahun 2023 posisi pertumbuhan ekonomi digital mengalami peningkatan sebesar 80 juta dolar AS berdasarkan data dari, Google, Temasek, Bain & Company 2024.

Data: Google, Temasek, Bain & Company 2024.
“bisnis diruang digital saat ini peluangnya besar sekali. Jadi kalau kita tidak meningkatkan literasi digital, ya kita bisa ketinggal sekali. Karena, PDB negara kita seperti yang ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto yaitu harus delapan persen, kalau tidak delapan persen ya kita akan menjadi negara miskin, karena dunia digital itu menyumbang PDB 3%, maka untuk bisa menjadi 8% PDB negara Indonesia perlu didorong kemajuan bisnis digital.” kata Hary Budiarto.
Berdasarkan proyeksi Oxford Economics, pertumbuhan PDB Indonesia diperkirakan sekitar 5 hingga 6 persen per tahun hingga 2030. Jika Indonesia dapat memperluas investasi TIK- nya, pertumbuhan PDB dapat ditingkatkan sebesar 1 poin persentase (Kearney, 2022)
Melihat kondisi tersebut, Komdigi berupaya untuk terus meningkatkan literasi terkait digital dengan memberikan ruang literasi seperti kursus dan pelatihan gratis. Menurutnya perguruan tinggi hanya bisa memproduksi talenta dibidang digital itu hanya tiga juta, sementara kebutuhan dinegara kita adalah 6 juta.
“maka dari itu, Komdigi berupaya untuk terus mendorong peningkatan literasi digital dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang gratis dan bersertifikasi, sehingga bisa meningkatkan kompetensinya dan menjadi talenta-talenta digital yang semakin baik,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hary Budiarto juga memperkenalkan program pelatihan yang sifatnya gratis dan dalam format aplikasi digital yang diberi nama “Digitalent” hal tersebut bertujuan agar dapat memberikan literasi secara digital dan memperkenalkan program-program yang dapat memberi manfaat yang baik bagi para pelaku bisnis digital dalam melihat peluang dan menghadapi tantangan digital saat ini.
“melalui aplikasi ini, diharapkan dapat meningkatkan literasi kepada masyarakat yang nantinya mereka mengikuti pelatihan secara gratis sampai mendapatkan sertifikat yang resmi dan dapat digunakan sebagai validasi dari kompetensi yang dimilikinya,” katanya. (bc)
Tidak ada komentar