x Pulau Seribu Asri

Catatan Geopolitik Jelang Pelantikan Prabowo Subianto Sebagai Presiden RI

waktu baca 5 menit
Kamis, 10 Okt 2024 19:01 266 M Ary K

Penulis :  Pelaut ADIPATI  l Kalitbang INDOMARITIM  l  CEO TRUST  l Presiden SPI  l  Volunteer INMETA 

Indonesia berada di persimpangan jalan yang kritis dalam mempersiapkan pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden pada tanggal 20 Oktober. Mantan jenderal tersebut, yang pernah dianggap sebagai kandidat yang tidak mungkin karena sejarah politiknya yang kontroversial, kini siap untuk menduduki jabatan tertinggi di Tenggara. Negara terbesar di Asia yang semakin berpengaruh di kancah global. Kenaikan jabatannya menimbulkan beberapa pertanyaan tentang bagaimana Prabowo akan membentuk kebijakan dalam dan luar negeri, serta bagaimana peran geopolitik Indonesia akan berkembang di bawah kepemimpinannya.

Dinamika Demografi Global: Tantangan dan Peluang bagi Indonesia
Dunia sedang mengalami perubahan demografis yang signifikan, dengan dampak luas terhadap stabilitas ekonomi dan politik global. Negara-negara maju seperti Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat menghadapi populasi yang menua, menyusutnya angkatan kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang stagnan atau menurun. Sebaliknya, negara-negara berkembang, khususnya di Asia dan Afrika, masih memiliki populasi generasi muda dan kelompok usia kerja yang lebih besar, meskipun negara-negara tersebut juga mulai mengalami penurunan angka kelahiran.

Indonesia, sebagai salah satu negara berkembang terbesar, berada pada momen penting dalam transisi demografinya. Negara ini diperkirakan akan mencapai puncak populasi usia kerja pada dekade mendatang sebelum menghadapi tantangan penuaan dan berkurangnya angkatan kerja yang sama seperti yang terjadi di negara-negara maju. Namun, dengan jumlah penduduk muda yang besar, Indonesia masih memiliki peluang untuk memanfaatkan bonus demografi ini untuk meningkatkan produktivitas perekonomian dan memperkuat perannya sebagai kekuatan geopolitik di Asia.

Prabowo Subianto: Berambisi Menjadikan Indonesia “Harimau Asia”
Dengan latar belakang pergeseran demografi global ini, Prabowo Subianto hadir dengan visi ambisius untuk mengubah Indonesia menjadi “Harimau Asia.” Prabowo tampaknya menyadari bahwa dengan jumlah penduduk yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, Indonesia mempunyai potensi untuk menegaskan dirinya sebagai kekuatan regional baru, baik secara ekonomi maupun militer. Fokus utama agendanya kemungkinan besar adalah memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia, khususnya di bidang maritim, untuk menjaga kepentingan nasional di perairan strategis Asia Tenggara.

Selain penguatan militer, Prabowo berencana untuk memajukan sektor-sektor utama seperti infrastruktur dan teknologi, yang menurutnya merupakan landasan penting bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan jumlah angkatan kerja yang besar dan populasi produktif, Prabowo berpotensi mendorong produktivitas ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja berkualitas dan menarik lebih banyak investasi asing. Kebijakan ekonominya diharapkan berfokus pada membangun ketahanan ekonomi domestik sambil menjaga hubungan diplomatik yang kuat dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok.

Tantangan Politik dan Ekonomi di Bawah Prabowo
Meskipun visi Prabowo ambisius, ia juga menghadapi tantangan besar dalam memimpin Indonesia. Salah satu perhatian utama adalah mengelola transisi demografi yang sedang berlangsung di negara ini. Ketika angka kelahiran terus menurun dan jumlah penduduk menua, Indonesia pada akhirnya akan menghadapi penurunan produktivitas ekonomi dan meningkatnya beban kesejahteraan sosial, serupa dengan apa yang dialami negara-negara maju saat ini. Jika tidak dikelola dengan hati-hati, tren ini dapat menghambat kemampuan Indonesia untuk tetap kompetitif secara global.

Kekhawatiran besar lainnya adalah potensi dampak kepresidenan Prabowo terhadap demokrasi dan hak asasi manusia. Prabowo memiliki rekam jejak yang kontroversial, terutama terkait pelanggaran HAM di era Soeharto. Meskipun ada upaya untuk merehabilitasi citranya di mata publik, banyak pengamat dan aktivis politik khawatir bahwa kepresidenannya dapat menimbulkan ancaman terhadap kemajuan demokrasi yang telah dicapai Indonesia sejak jatuhnya rezim otoriter Suharto. Kedekatannya dengan Presiden Joko Widodo, yang juga telah dikritik karena melemahkan lembaga-lembaga demokrasi dalam beberapa tahun terakhir, semakin menimbulkan pertanyaan tentang arah politik Indonesia di masa depan.

Posisi Geopolitik Indonesia
|Indonesia mempunyai posisi strategis di Asia Tenggara, dengan potensi memainkan peran lebih besar dalam geopolitik regional dan global. Di bawah kepemimpinan Prabowo, Indonesia diharapkan mengambil sikap yang lebih proaktif dalam kebijakan luar negeri, meningkatkan partisipasinya di forum internasional, dan memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara besar. Hubungan dengan Amerika Serikat dan Tiongkok kemungkinan besar akan menjadi agenda utama kebijakan luar negeri Prabowo, mengingat lokasi Indonesia yang strategis di Indo-Pasifik dan peluang untuk menarik investasi asing yang signifikan.

Namun, mengelola hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok – dua kekuatan yang bersaing dengan kepentingan yang bersaing di kawasan ini – akan menjadi tindakan penyeimbang yang rumit bagi Prabowo. Ketika ketegangan antara kedua kekuatan ini terus meningkat di Indo-Pasifik, Prabowo perlu berhati-hati dalam mengambil sikap diplomatik Indonesia, memastikan bahwa negara ini tetap independen dan tetap mendapatkan manfaat dari kepentingan strategisnya. Selain itu, sumber daya alam Indonesia yang melimpah dan jalur perdagangan maritim yang penting memberikan pengaruh yang dapat digunakan oleh Prabowo untuk meningkatkan pengaruh geopolitik Indonesia dan mengamankan investasi asing yang lebih besar.

Masa Depan Indonesia di Bawah Prabowo
Pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden menandai babak baru dalam sejarah politik dan geopolitik Indonesia. Dengan visi yang berani untuk mengubah Indonesia menjadi “Harimau Asia”, Prabowo memiliki peluang dan tantangan besar di masa depan. Perubahan demografi global memberi Indonesia peluang untuk memanfaatkan populasi generasi mudanya, namun pemerintah harus bersiap menghadapi tantangan jangka panjang berupa angkatan kerja yang menua dan penurunan kesuburan.

Meskipun Prabowo berupaya untuk meningkatkan perekonomian dan militer Indonesia, terdapat juga kekhawatiran mengenai masa depan demokrasi dan hak asasi manusia di bawah kepemimpinannya. Masa lalunya yang kontroversial menimbulkan keraguan mengenai komitmennya terhadap prinsip-prinsip demokrasi, dan kedekatannya dengan Joko Widodo, yang semakin menunjukkan kecenderungan otoriter, dapat memperburuk ketakutan akan kemunduran demokrasi.

Indonesia kini berada pada titik kritis, dan dunia akan mengamati dengan cermat bagaimana Prabowo akan mengarahkan negara ini menuju masa depan yang lebih kuat dan berpengaruh di panggung global. Apakah beliau akan berhasil mewujudkan visi kepemimpinannya yang akan membawa Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi, atau malah jatuh ke dalam perangkap masa lalu politik negara yang penuh gejolak, masih belum diketahui.

Catatan Diplomasi Politik Pelaut Nuswantara

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

13 hours ago
14 hours ago
15 hours ago
15 hours ago
16 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!