x Pulau Seribu Asri

Tiang Listrik Akan Jadikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)

waktu baca 3 menit
Minggu, 28 Apr 2024 00:55 283 M Ary K

Virakterkini.id. Jakarta – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyiapkan 2.000 fasilitas pengisian kendaraan listrik yang tertempel di tiang listrik pada 2024. Stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU tiang listrik tersebut memiliki voltase rendah ke sedang dan menyasar mobil-mobil listrik yang terparkir di bahu jalan, khususnya di kota-kota besar.

Ini terjadi masih banyaknya antrian atas minimnya ketersediann SPKLU di Indonesia sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik.

Sehingga PLN akan mengubah 2.000 tiang listrik menjadi SPKLU karena ini mempermudah pemilik kendaraan listrik untuk mengisi ulang daya baterai.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Edi Srimulyanti mengatakan, uji coba ini dilakukan sebagai upaya PLN dalam menyediakan infrastruktur kendaraan listrik. Sehingga, tujuan pemerintah dalam mempercepat penggunakan kendaraan listrik di Indonesia tercapat.

“Sudah, sudah berhasil. Sudah oke menggunakan AC berkapasitas 22 kW. Jadi kita taruh di tempat-tempat parkir yang memungkinkan. Tentu kita juga meminta izin ya kepada pihak sekitar,” kata Direktur Retail dan Niaga PLN, Edi Srimulyanti.

Pembangunan 2.000 SPKLU tiang merupakan bagian dari inovasi dalam pengembangan infrastruktur pendukung kendaraan listrik (EV). Dengan memanfaatkan tiang-tiang listrik, biaya pembangunan lebih murah dibandingkan SPKLU biasa.

”Dengan mengubah itu (tiang listrik menjadi SPKLU), ekspansi infrastruktur untuk mendukung kendaraan listrik menjadi sangat mudah. Ini (untuk) di daerah-daerah perkotaan, misalnya di Blok M, di area parkir. Mobil bisa parkir di pinggir jalan dan tiang listrik yang ada kami tambahi peralatan untuk SPKLU. (Dapat dimanfaatkan dan transaksi) dengan aplikasi PLN Mobile, secara digital,” ujar Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo.

Ujicoba dilakukan dengan menggunakan aplikasi PLN Mobie dalam penggunaan dan pembayara.

“Uji nya itu mulai dari uji sentuh sampai terkait ketenagalistrikan. Sudah aman. Kita baru uji coba di tiga lokasi. Target tahun ini kita buat 2.000 unit. Kita pakai PLN Mobile. Sudah bisa dipakai umum,” tuturnya.

Saat ini, SPKLU tiang listrik baru ada di tiga lokasi di Jakarta. Itu baru sebagai uji coba. Nantinya SPKLU tiang listrik ini akan disebar di seluruh wilayah Indonesia.

Edi pun akan memetekan tempat untuk penerapan SPKLU. Pasalnya, alat ini tidak bisa di tempat sembarangan karena menyangkut keamanan.

Selain itu, Edi juga menyampaikan penerapan SPKLU tiang listrik ini akan dilihat populasi mobil listrik di wilayah tersebut. Apabila jumlahnya masih sedikit, maka SPKLU yang sudah terbangun dirasa cukup.

“Kita juga tergantung pada populasi mobil ya. Jadi itu pertimbangan (membuka SPKLU tiang listrik). Di mana mobil banyak, kita juga akan banyak. Tapi kan sekarang Sulawesi, Makassar sudah banyak juga ya,” tutupnya.

Deretan mobil listrik yang melakukan penambahan daya listrik di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di kantor PLN di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (18/12/2023). Ketersediaan SPKLU di Indonesia sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik. (bd)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

16 hours ago
17 hours ago
18 hours ago
18 hours ago
19 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!