x Pulau Seribu Asri

Mereka yang Akan Bersinar di 2026: Deretan Perempuan Penggerak Dunia

waktu baca 4 menit
Minggu, 8 Feb 2026 21:15 24 Arthur

Viralterkini.id – Dari Luana Lopes Lara yang kini menyandang predikat miliarder perempuan mandiri termuda di dunia, hingga CFO Temasek Png Chin Yee dan co-CEO Waymo Tekedra Mawakana, sejumlah tokoh perempuan diprediksi akan menjadi figur penting yang patut diperhatikan sepanjang 2026.

Berbeda dengan daftar Forbes 30 Under 30 atau 50 Over 50, pemeringkatan 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia tidak mengandalkan nominasi publik.

Penilaian dilakukan berdasarkan siapa yang memimpin ekonomi terbesar dunia, siapa yang menggerakkan kesepakatan teknologi paling strategis—khususnya dalam pengembangan ekosistem kecerdasan buatan—serta siapa yang membangun perusahaan paling bernilai dan menggunakan kekayaannya untuk tujuan sosial.

Namun, mengukur pengaruh tidak selalu mudah karena faktor waktu. Dalam beberapa kasus, hasil pemilu terjadi jauh sebelum batas penilaian, seperti di Jepang tahun ini yang mendorong perdana menteri baru Sanae Takaichi langsung masuk peringkat tiga besar pada daftar 2025.

Di sisi lain, ada pula penunjukan CEO yang diumumkan di satu tahun tetapi baru efektif di tahun berikutnya, seperti Janet Truncale dari EY yang baru masuk daftar pada 2024 setelah resmi menjabat.

Dengan mempertimbangkan dinamika tersebut, berikut sepuluh perempuan yang memasuki 2026 dengan peluang besar meraih promosi jabatan, kemenangan politik, atau lonjakan popularitas merek yang mereka bangun.

Natascha Viljoen

Eksekutif tambang asal Afrika Selatan ini telah menjabat sebagai kepala operasi Newmont Corporation—perusahaan pertambangan bernilai pasar sekitar 97 miliar dolar AS—sejak 2023. Pada September lalu, Newmont mengumumkan bahwa Viljoen akan resmi menjadi CEO mulai Januari 2026.

Ia akan memimpin produsen emas, tembaga, seng, perak, dan timbal terbesar di dunia. Viljoen mengaku ketertarikannya pada dunia pertambangan tumbuh sejak kecil karena berasal dari keluarga pekerja tambang. Menurutnya, tantangan industri pada 2026 dan seterusnya menuntut disiplin tinggi, inovasi, dan fokus yang kuat.

Png Chin Yee

Saat ini Png Chin Yee menjabat sebagai Chief Financial Officer Temasek, perusahaan investasi milik negara Singapura dengan portofolio sekitar 324 miliar dolar AS. Mulai musim semi 2026, ia akan menambah jabatan sebagai Presiden Temasek.

Di bawah kepemimpinannya, portofolio layanan keuangan Temasek mengalami perubahan besar, dari yang sebelumnya berfokus pada perbankan menjadi meluas ke pembayaran digital, manajemen kekayaan, infrastruktur pasar, serta perangkat lunak keuangan.

Aicha Evans dan Tekedra Mawakana

Sebagai CEO Zoox dan co-CEO Waymo, Evans dan Mawakana memimpin dua perusahaan robotaksi yang bersaing dalam membentuk masa depan transportasi otonom di Amerika Serikat.

Zoox mulai membuka layanan publik di Las Vegas pada September lalu dengan menyediakan perjalanan gratis di kawasan Strip dan berencana memperluas layanan ke San Francisco.

Sementara itu, Waymo saat ini unggul dengan sekitar 300.000 perjalanan berbayar per minggu di lima kota, dengan potensi nilai bisnis yang diperkirakan mencapai triliunan dolar.

Lucy Guo dan Luana Lopes Lara

Pada April lalu, Lucy Guo—pendiri Scale AI—menjadi miliarder perempuan mandiri termuda di dunia pada usia 31 tahun. Ia kemudian mendirikan startup baru bernama Passes. Namun gelar tersebut kini berpindah ke Luana Lopes Lara.

Lopes Lara, mantan balerina Bolshoi, merupakan salah satu pendiri Kalshi, platform taruhan berjangka daring. Dalam waktu kurang dari enam bulan, valuasi Kalshi melonjak lima kali lipat.

Volume transaksi mingguan platform ini bahkan kerap melampaui 1 miliar dolar AS karena pengguna bertaruh pada hasil olahraga, pemilu, hingga peristiwa budaya populer.

Jeannette Jara

Chile akan menggelar pemilihan presiden pada 14 Desember. Salah satu kandidat terkuat adalah Jeannette Jara dari Partai Komunis, mantan Menteri Tenaga Kerja, yang bersaing dengan kandidat sayap kanan José Antonio Kast.

Jara meraih suara terbanyak pada putaran pertama dengan 27 persen. Ia mengusung program kebijakan berupa transfer tunai kepada pekerja dan penetapan pendapatan minimum bulanan.

Jika terpilih, ia akan menjadi presiden perempuan kedua dalam sejarah Chile.

Michelle Bachelet dan Rebeca Grynspan

Michelle Bachelet, presiden perempuan pertama Chile pada 2006, kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan pencalonan diri sebagai Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa berikutnya.

Sementara itu, Rebeca Grynspan—mantan wakil presiden Kosta Rika dan kini menjabat Sekretaris Jenderal UNCTAD—juga dicalonkan oleh negaranya.

Pemilihan akan berlangsung pada musim gugur 2026. Jika salah satu dari mereka terpilih, dunia akan memiliki Sekjen perempuan pertama dalam sejarah PBB.

Erika Kirk

Setelah wafatnya suaminya, Charlie Kirk, pada September 2025, Erika Kirk mengambil alih kepemimpinan organisasi konservatif Turning Point USA sebagai CEO dan ketua.

Organisasi tersebut telah menggalang hampir 400 juta dolar AS sejak didirikan pada 2012.

Erika kini tampil sebagai figur utama dalam gerakan tersebut dan dijadwalkan melakukan tur media untuk mempromosikan buku terakhir mendiang suaminya berjudul Stop, In the Name of God: Why Honoring the Sabbath Will Change Your Life.

Para perempuan ini memasuki 2026 dengan pengaruh yang terus berkembang—baik di sektor bisnis, teknologi, maupun politik global.

Mereka tidak hanya mencerminkan perubahan lanskap kepemimpinan dunia, tetapi juga menunjukkan bagaimana kekuasaan dan inovasi kini semakin banyak digerakkan oleh figur perempuan.

(**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

INSTAGRAM

16 hours ago
16 hours ago
16 hours ago
16 hours ago
17 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!