x Pulau Seribu Asri

Kadispora DKI Bangga, Timnas Futsal Tunjukkan Mental Juara

waktu baca 4 menit
Minggu, 8 Feb 2026 13:53 38 M Ary K

Viralterkini.id, JAKARTA – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta, Dr Andri Yansyah, M.H, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Tim Nasional Futsal Indonesia yang menutup perjalanan bersejarah di AFC Futsal Asian Cup 2026 dengan status runner-up.

Indonesia harus mengakui keunggulan Iran melalui drama adu penalti pada laga final yang berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Andri Yansyah mengaku terharu dan bangga melihat perjuangan para atlet futsal Indonesia yang tampil penuh semangat, disiplin, dan pantang menyerah menghadapi lawan-lawan tangguh sepanjang turnamen, khususnya saat menghadapi Iran di partai puncak.

“Saya sangat terharu dan bangga melihat perjuangan anak-anak Timnas Futsal Indonesia. Mereka bermain dengan dedikasi yang sangat tinggi, penuh semangat, dan tidak menyerah sampai akhir pertandingan,” ujar Andri Yansyah usai laga final.

Meski gagal meraih gelar juara, Andri menilai pencapaian Indonesia sebagai runner-up merupakan sinyal kuat kebangkitan futsal nasional.

Menurutnya, hasil tersebut harus dimaknai sebagai fondasi penting untuk meraih prestasi yang lebih besar di masa depan.

“Kita memang belum bisa menjadi juara, tetapi capaian ini adalah pesan penting bahwa futsal Indonesia sedang bangkit. Ke depan, saya yakin futsal Indonesia akan meraih prestasi-prestasi yang lebih membanggakan dan lebih baik lagi,” katanya.

Pada laga final AFC Futsal Asian Cup 2026, Timnas Futsal Indonesia tampil berani dan mampu mengimbangi permainan Iran.

Kedua tim bermain imbang 5-5 hingga babak perpanjangan waktu, sebelum akhirnya Iran keluar sebagai juara lewat adu penalti dengan skor 5-4.

Foto sipan_Kadispora DKI Jakarta_Foto MAK
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta, Dr Andri Yansyah, M.H bersama jajarannya berfoto bersama sebelum kick off final dimulai, Indonesia Arena Jakarta pada Sabtu (07/02). Foto : Viralterkini.id/MAK

Andri Yansyah hadir langsung di Indonesia Arena untuk memberikan dukungan moral kepada skuad Garuda. Ia datang bersama sang anak, jajaran staf Kadispora DKI Jakarta, serta sejumlah penggiat olahraga yang ikut menyaksikan langsung pertandingan final tersebut.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk dukungan dan apresiasi kepada para atlet yang telah berjuang mengharumkan nama bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andri Yansyah memberikan motivasi kepada para pemain Timnas Futsal Indonesia agar tidak larut dalam kekecewaan akibat kekalahan di adu penalti.

Ia menegaskan bahwa olahraga mengajarkan banyak nilai penting, termasuk sportivitas dan penerimaan terhadap hasil pertandingan.

“Olahraga itu mengajarkan kita disiplin, sportivitas, kejujuran, dan menerima hasil. Baik itu kemenangan maupun kekalahan, semuanya adalah bagian dari olahraga,” kata Andri.

Terkait kegagalan dalam adu penalti, Andri menyebut hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar dalam dunia olahraga. Bahkan, kata dia, pemain-pemain kelas dunia pun pernah mengalami situasi serupa di berbagai ajang penting.

“Kalau bicara kecewa, tentu kita semua kecewa. Tapi ini hal yang biasa dalam olahraga. Pemain bintang dunia seperti Messi dan Ronaldo pun pernah gagal dalam situasi seperti ini, baik di pertandingan biasa maupun turnamen besar,” ujarnya.

Namun demikian, Andri menekankan bahwa hasil ini harus dijadikan pembelajaran bersama untuk terus meningkatkan kualitas, kedisiplinan, dan mental bertanding ke depan.

“Ini menjadi pelajaran penting agar kita ke depan lebih disiplin, lebih bersemangat, pantang menyerah, dan terus berjuang,” tegasnya.

Tak hanya untuk Timnas Futsal, Andri Yansyah juga memberikan pesan kepada atlet dari cabang olahraga lain. Ia mengingatkan pentingnya latihan dasar, terutama bagi cabang olahraga yang menuntut daya tahan fisik tinggi.

“Saya selalu berpesan, jangan pernah mengabaikan latihan dasar seperti lari dan berenang. Terutama untuk cabang olahraga yang membutuhkan endurance sangat tinggi,” ujarnya.

Menurut Andri, kelemahan atlet Indonesia kerap muncul pada menit-menit akhir pertandingan akibat penurunan kondisi fisik. Hal ini sering berdampak pada kegagalan mempertahankan keunggulan yang telah diraih.

“Di banyak cabang olahraga seperti bulutangkis, basket, sepak bola, futsal, dan lainnya, sering kali kita kedodoran di akhir pertandingan karena faktor fisik,” katanya.

Karena itu, Andri mengaku selalu menerapkan program latihan lari dan berenang kepada atlet di bawah naungan Dispora DKI Jakarta, minimal tiga kali dalam sepekan.

“Berenang itu manfaatnya sangat banyak, terutama untuk pernapasan dan ketahanan fisik. Untuk teknik, itu dipelajari saat latihan cabang olahraga masing-masing,” pungkasnya. (ag/ma)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

INSTAGRAM

16 hours ago
16 hours ago
17 hours ago
17 hours ago
17 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!