Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth. Foto : Jawapos Viralterkini.id, JAKARTA – Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, berharap kasus tragis siswa sekolah dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis sekolah tidak terjadi di Jakarta. Ia menekankan pentingnya kepedulian bersama antara pemerintah dan masyarakat terhadap persoalan sosial dan pendidikan.
Kenneth mendorong masyarakat untuk lebih proaktif ketika mengetahui ada warga di lingkungan sekitarnya yang tengah mengalami kesulitan, baik secara ekonomi maupun dalam mengakses pendidikan.
“Warga Jakarta harus kritis dan berani melapor. Silakan lapor ke kantor kelurahan, kecamatan, wali kota hingga tingkat provinsi jika memang ada permasalahan baik dalam hal sosial maupun pendidikan,” ujar Kenneth dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI (IKAL) PPRA Angkatan LXII ini juga membuka ruang pengaduan langsung kepada dirinya melalui media sosial. Masyarakat, kata dia, dapat menyampaikan laporan melalui akun Instagram pribadinya.
“Dan juga bisa melapor ke akun Instagram saya di @laporkenneth atau @kennethhardiyanto, agar bisa segera ditindaklanjuti,” jelas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Kenneth menegaskan bahwa pemerintah dan masyarakat harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesama, terutama anak-anak yang rentan terdampak persoalan ekonomi.
“Jangan sampai ada anak yang merasa sendirian, tidak didengar, dan kehilangan harapan hanya karena persoalan ekonomi,” katanya.
Ia menambahkan, kehadiran negara tidak boleh sebatas pada data dan laporan administratif semata, melainkan harus diwujudkan melalui empati dan tindakan nyata di lapangan.
“Negara harus hadir, bukan hanya dalam data dan laporan, tetapi juga dalam empati dan tindakan nyata,” ucapnya.
Lebih lanjut, Kenneth mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk lebih peka dan responsif agar tidak ada lagi anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat keterbatasan ekonomi.
“Pendidikan harus menjadi jalan menuju masa depan, bukan beban yang mematahkan semangat hidup,” pungkasnya. (ma)
Tidak ada komentar