x Pulau Seribu Asri

Tragedi Siswa SD Ngada, Gubernur NTT Menangis: Jangan Ada Anak Mati karena Buku dan Pensil

waktu baca 3 menit
Jumat, 6 Feb 2026 14:42 47 Arthur

Viralterkini.id – Suasana peluncuran NTT Mart di Flores Timur, Kamis (5/2/2026) malam, berubah haru ketika Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menyinggung kematian seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Ngada.

Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan kesedihannya atas peristiwa yang menimpa anak berinisial YBR. Bocah tersebut diduga mengakhiri hidupnya karena sang ibu tidak mampu membelikan buku tulis dan pulpen untuk keperluan sekolah.

Di hadapan para undangan, Laka Lena menegaskan bahwa tragedi itu tidak boleh terulang kembali.

“Kami orang NTT tidak miskin kepedulian. Kita wajib menjaga kemanusiaan di sekitar kita. Saya mengambil tanggung jawab ini dan berharap kejadian seperti ini menjadi yang terakhir,” ujarnya.

Pemerintah Dinilai Gagal Hadir

Tragedi tersebut, menurut Laka Lena, menjadi cermin kegagalan banyak pihak dalam melindungi anak-anak dari tekanan ekonomi.

Ia menyebut Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Ngada, dan seluruh pranata sosial belum maksimal menjalankan perannya.

“Hanya karena buku dan pulpen, seorang anak kehilangan nyawanya. Ini pukulan bagi kita semua,” katanya.

Meski menuai kritik, Gubernur NTT itu menyatakan siap menanggung konsekuensi politik demi mencegah kejadian serupa.

“Silakan salahkan saya. Yang terpenting, jangan ada lagi anak meninggal karena kemiskinan,” tegasnya.

Kronologi Permintaan Buku yang Berujung Duka

YBR merupakan siswa SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada. Ia sehari-hari tinggal bersama neneknya di desa berbeda dengan rumah ibunya.

Pada malam sebelum kejadian, anak tersebut mendatangi ibunya untuk meminta uang membeli buku tulis dan pulpen.

Namun, kondisi ekonomi keluarga membuat permintaan sederhana itu tidak terpenuhi.

Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, membenarkan peristiwa tersebut.

“Korban meminta uang untuk membeli buku dan pulpen sebelum meninggal dunia,” ujar Dion Roa, Selasa (3/2/2026).

Malam itu, YBR menginap di rumah ibunya dengan harapan bisa membawa pulang perlengkapan sekolah yang ia butuhkan.

Sayangnya, keterbatasan ekonomi menjadi penghalang keinginannya.

Gubernur Peringatkan Manipulasi Data Kemiskinan

Selain menyampaikan duka, Laka Lena juga mengeluarkan peringatan keras kepada aparat yang mempermainkan data kemiskinan.

Menurutnya, manipulasi data bantuan sosial merupakan kejahatan serius karena berdampak langsung pada keselamatan masyarakat miskin.

“Jangan persulit rakyat miskin menerima bantuan. Siapa pun yang bermain dengan data kemiskinan akan kami hukum seberat-beratnya,” tegasnya.

Bagi Laka Lena, urusan kemiskinan tidak boleh bercampur dengan kepentingan politik.

“Pilihan politik boleh berbeda, tetapi hak masyarakat miskin tidak boleh dikorbankan,” ujarnya.

Seruan Perubahan Sistem Sosial

Di akhir pernyataannya, Gubernur NTT itu mengajak semua pihak menghentikan sikap pura-pura peduli dan mulai membenahi sistem bantuan sosial.

Perbaikan data penerima bantuan menjadi langkah penting agar tragedi serupa tidak terulang.

“Kita harus berubah bersama. Jangan ada lagi anak kehilangan masa depan karena kemiskinan,” tutupnya.

Tragedi YBR kini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembenahan data kemiskinan dan distribusi bantuan pendidikan. (**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

15 hours ago
15 hours ago
15 hours ago
15 hours ago
1 day ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!