x Pulau Seribu Asri

Bursa ‘Kursi Panas’ Kadis PUPR Halteng Memanas: 4 Nama Mencuat, Siapa Terkuat?

waktu baca 3 menit
Selasa, 3 Feb 2026 22:45 456 Dano

Viraterkini.id, WEDA – Dinamika birokrasi di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) kini memasuki babak baru yang krusial. Pasca purna bakti tokoh sentral pembangunan, Arif Jalaludin, sorotan publik kini tertuju pada satu titik sentral: kursi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Sebagai instansi dengan beban kerja dan anggaran masif, posisi ini kerap dijuluki sebagai “kursi panas”. Posisi ini menuntut ketangguhan luar biasa untuk menjaga ritme pembangunan yang telah diletakkan oleh pejabat sebelumnya.

Publik mulai bertanya-tanya siapa sosok yang mampu menakhodai instansi teknis tersebut. Berdasarkan wacana yang berkembang luas, muncul empat nama kandidat potensial yang diprediksi bakal bersaing ketat memperebutkan posisi strategis ini.

Figur Eksternal: Kekuatan Manajerial

Nama pertama yang muncul ke permukaan adalah Mohammad Fitra U. Ali. Saat ini ia menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Halteng. Fitra dinilai memiliki keunggulan pada aspek tata kelola keuangan dan pemahaman fiskal yang tajam.

Rekam jejaknya di sektor pendapatan dianggap menjadi modal kuat. Ia dipandang mampu mengawal efisiensi anggaran di Dinas PUPR agar setiap rupiah yang keluar memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Tak kalah kuat, nama Dahlan Karim juga menjadi perbincangan hangat. Sebagai Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP), Dahlan berada di posisi yang bersentuhan langsung dengan mekanisme tender proyek pemerintah daerah.

Keunggulannya terletak pada pemahaman regulasi pengadaan barang dan jasa. Aspek ini sangat krusial untuk meminimalisir kendala hukum di dinas teknis sekelas PUPR yang sering kali menjadi sorotan publik.

Figur Internal: Penguasaan Medan

Dari internal Dinas PUPR, muncul dua nama yang dianggap paling memahami “dapur” organisasi. Pertama adalah Bahri Nurdin, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas PUPR Halteng dengan rekam jejak administrasi yang rapi.

Sebagai orang nomor dua di dinas tersebut, Bahri dipandang sebagai figur transisi yang paling stabil. Ia dinilai sangat memahami alur birokrasi internal serta dinamika pegawai di lapangan secara mendalam.

Selanjutnya adalah Rislawati Karim, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR. Sebagai eksekutor di bidang jalan dan jembatan, Rislawati dianggap memiliki “penguasaan medan” yang mumpuni di seluruh wilayah Halmahera Tengah.

Keterlibatannya langsung dalam proyek-proyek infrastruktur strategis menjadikannya kandidat teknis yang kuat. Ia paham betul tantangan geografis serta kendala teknis yang sering muncul dalam pembangunan jalan di pelosok.

Kriteria Pemimpin Masa Depan

Penentuan siapa yang akan duduk di kursi tersebut tidaklah mudah. Publik menitikberatkan pada kriteria integritas tinggi, ketangkasan teknis, serta kemampuan manajerial yang mampu meredam tekanan dari berbagai kepentingan luar.

Siapapun yang terpilih nantinya akan memikul beban sejarah. Mereka harus memastikan wajah Halmahera Tengah terus bersolek menuju kemajuan infrastruktur yang modern, inklusif, dan tentunya berkelanjutan bagi generasi mendatang. (**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

1 hour ago
2 hours ago
2 hours ago
2 hours ago
2 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!