Elon Musk. Kredit Foto: Lexnau.com Viralterkini.id – Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, mengungkap rencana ambisius untuk membangun jaringan hampir satu juta satelit berbasis kecerdasan buatan (AI) di orbit Bumi.
Proyek ini digadang-gadang menjadi lompatan besar dalam pengembangan sistem komunikasi dan komputasi global berbasis luar angkasa.
Pendiri SpaceX sekaligus CEO Tesla, Elon Musk, menyampaikan bahwa teknologi AI akan menjadi inti dari generasi baru satelit yang dikembangkan perusahaannya. Satelit-satelit tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pemancar internet, tetapi juga mampu memproses data secara mandiri di luar angkasa.
“Satelit generasi berikutnya akan dilengkapi kemampuan komputasi AI sehingga bisa memproses informasi secara real time tanpa harus selalu bergantung pada pusat data di Bumi,” ujar Musk dalam pernyataannya yang dikutip dari laporan teknologi internasional, Minggu (1/2/2026).
Menurut Musk, penggunaan AI akan membuat jaringan satelit lebih efisien dalam mengelola lalu lintas data, meningkatkan kecepatan koneksi, serta memperkuat keamanan sistem komunikasi global.
SpaceX saat ini telah mengoperasikan ribuan satelit Starlink untuk layanan internet berbasis orbit rendah (LEO). Namun, proyek terbaru ini disebut jauh lebih besar skalanya dibandingkan Starlink yang ada sekarang.
Dalam dokumen perencanaan yang diajukan ke otoritas telekomunikasi Amerika Serikat, SpaceX menyebutkan bahwa konstelasi satelit AI ini akan mendukung berbagai sektor strategis, mulai dari komunikasi global, navigasi, pemantauan iklim, hingga pengembangan sistem pertahanan berbasis data.
“Konstelasi satelit ini dirancang sebagai infrastruktur digital masa depan yang mampu melayani miliaran perangkat di seluruh dunia,” tulis SpaceX dalam dokumen teknisnya.
Meski demikian, rencana peluncuran hampir satu juta satelit memunculkan kekhawatiran dari kalangan ilmuwan dan pemerhati lingkungan antariksa. Mereka menyoroti potensi meningkatnya sampah luar angkasa (space debris) serta dampaknya terhadap pengamatan astronomi.
Menanggapi kritik tersebut, Musk menegaskan SpaceX akan menggunakan teknologi satelit yang dapat dikendalikan sepenuhnya dan mudah dikeluarkan dari orbit jika sudah tidak berfungsi.
“Kami mendesain satelit agar bisa terbakar di atmosfer setelah masa pakainya selesai, sehingga tidak menjadi ancaman jangka panjang bagi orbit Bumi,” kata Musk.
Hingga kini, SpaceX belum mengumumkan jadwal pasti peluncuran proyek besar tersebut. Namun perusahaan menyatakan tahap pengembangan teknologi AI untuk satelit sudah memasuki fase lanjutan dan akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.
Jika proyek ini terealisasi, jaringan satelit AI SpaceX akan menjadi konstelasi satelit terbesar sepanjang sejarah manusia dan berpotensi mengubah cara dunia berkomunikasi serta mengelola data secara global. (**)
Tidak ada komentar