Mama-mama Pedagang pasar Potikelek saat melakukan aksi menolak paket sembako Wapres dihalaman kantor Bupati Jayawiaya. Kredit Foto: Denny/ Cepos Viralterkini.id, Papua – Ratusan pedagang di Pasar Potikelek, Wamena, menolak paket bantuan sembako yang dikirim oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka karena dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.
Penolakan terjadi setelah kunjungan Wapres ke pasar tersebut pada 14 Januari 2026 lalu. Para pedagang menyatakan bahwa selama dialog mereka tidak pernah meminta paket sembako atau beras, melainkan modal usaha untuk mendukung kegiatan jual beli di pasar.
“Saat Wapres datang, kami sudah sampaikan bahwa kami berjualan hingga 12 jam sehari dan terkadang tidak mendapatkan hasil yang cukup untuk biaya hidup. Yang kami perlukan itu modal usaha, bukan beras,” ujar salah satu pedagang, Agustina Kogoya, saat berkumpul di kantor Bupati Jayawijaya, Rabu (28/1/2026).
Para mama-mama pedagang mempertanyakan alasan pemerintah pusat mengirim beras dari Jakarta, padahal bantuan serupa sudah didistribusikan oleh Gubernur dan Bupati setempat.
Mereka merasa paket sembako tersebut tidak tepat sasaran dan tidak membantu mengatasi kebutuhan pokok dalam menjalankan usaha mereka.
Selain itu, para pedagang juga menyampaikan kecurigaan bahwa dana bantuan dari Wapres yang masuk ke Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mungkin telah dialihkan untuk dijadikan paket sembako.
Mereka menuntut keterbukaan penggunaan dana tersebut, termasuk meminta bukti transaksi berupa rekening koran dari pihak terkait.
Sebanyak 1.000 paket sembako sempat diturunkan di halaman kantor bupati, namun langsung ditolak oleh para pedagang yang menolak menerima bantuan tersebut karena merasa kebutuhan nyata mereka tidak tersentuh dengan bentuk bantuan yang diberikan. (**)
Tidak ada komentar