Model roket yang dapat menghabiskan bahan bakarnya sendiri menghilangkan masalah tangki bahan bakar yang besar pada pesawat ruang angkasa. Kredit Foto: Reuters Para insinyur aerospace telah menciptakan sebuah konsep mesin roket inovatif yang mampu memperpanjang perjalanan luar angkasa dengan cara unik: mengonsumsi bagian dari struktur pesawat itu sendiri sebagai sumber dorongan.
Teknologi ini dikembangkan oleh start-up rekayasa Alpha Impulsion yang berbasis di Toulouse, Prancis, dan pertama kali dilaporkan oleh Báo Tuổi Trẻ, dikutip melalui Vietnam.vn pada 24 Januari 2026.
Dalam pendekatan tradisional, wahana luar angkasa membawa tangki bahan bakar besar yang akan habis seiring waktu—pernah menjadi faktor utama yang membatasi durasi dan jarak misi antariksa.
Namun dengan teknologi baru ini, bahan bakar terintegrasi langsung ke dalam badan roket, yang secara bertahap terbakar untuk menghasilkan daya dorong.
Kunci inovasinya adalah mesin yang memasukkan batang bahan bakar padat ke unit pemanas bertekanan tinggi, sehingga bagian struktur roket ikut meleleh dan berubah menjadi gas yang kemudian terbakar bersama zat pengoksidasi.
Proses ini bukan sekadar menghasilkan dorongan; desainnya memungkinkan kontrol yang lebih baik atas tingkat daya dorong, karena laju aliran bahan bakar dapat disesuaikan sesuai kebutuhan misi.
Karena roket secara bertahap mengurangi massa tubuhnya sendiri, wahana menjadi lebih ringan seiring waktu—mengubah efek negatif dari tangki bahan bakar yang kosong menjadi keuntungan efisiensi dalam jangka panjang.
Para ilmuwan percaya bahwa pendekatan semacam ini bisa mengatasi salah satu kendala terbesar dalam eksplorasi antariksa jangka panjang, khususnya bagi misi yang tidak dapat dipenuhi hanya dengan bahan bakar yang dibawa sejak peluncuran.
Teknologi tersebut diproyeksikan bisa membawa dampak besar pada desain CubeSat dan satelit kecil lain yang saat ini dibatasi oleh kapasitas bahan bakar yang sangat terbatas.
Dengan menghilangkan kebutuhan tangki besar, wahana kecil bisa menempuh orbit yang lebih jauh atau tetap beroperasi lebih lama — suatu lompatan penting yang sebelumnya hanya terlihat dalam fiksi ilmiah.
Menurut laporan sumber primer, inovasi ini memberi potensi efisiensi hingga 90 % dari massa awal roket dapat diubah menjadi energi dorong.
Angka ini jika terbukti dalam uji terbang bisa menjadi titik balik dalam desain kendaraan luar angkasa, khususnya untuk misi eksplorasi Bulan, Mars, dan kawasan orbit yang kompleks. (**)
Tidak ada komentar