x Pulau Seribu Asri

Heboh! DPR Dibubarkan Mendadak, Langkah Ini Sangat Mengejutkan Rakyat Jepang

waktu baca 2 menit
Senin, 26 Jan 2026 09:06 257 Arthur

Viralterkini.id – Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengejutkan publik Jepang sekaligus dunia politik internasional dengan memutuskan untuk membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat secara resmi, pada Jumat (23/1/2026).

Keputusan ini sekaligus membuka jalan bagi pemilihan umum dini yang akan dilaksanakan pada 8 Februari 2026, hanya beberapa minggu setelah pembubaran parlemen. 

Dalam konferensi pers yang digelar beberapa hari sebelum pembubaran parlemen, Takaichi mengatakan bahwa langkah drastis itu diambil karena ia ingin rakyat Jepang sendiri menilai apakah kepemimpinannya layak dilanjutkan.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Kredit Foto: Elmundo.es

“Saya ingin masyarakat memutuskan secara langsung apakah mereka bersedia mempercayakan pengelolaan negara kepada saya,” ujar Takaichi melalui konferensi pers beberapa waktu lalu, seperti dikutip The Associated Press.

Sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang setelah resmi ditunjuk pada Oktober 2025, Takaichi menyatakan bahwa pemilu dini diperlukan untuk meminta mandat politik yang lebih kuat bagi agenda pemerintahan yang tengah ia usung.

Pemerintahannya telah menjanjikan sejumlah kebijakan besar, termasuk penangguhan sementara pajak konsumsi atas bahan makanan selama dua tahun, serta penanganan isu biaya hidup yang terus meningkat. 

Keputusan membubarkan parlemen itu disampaikan melalui pembacaan resmi oleh Ketua Parlemen di gedung parlemen Jepang di Tokyo, di mana para anggota parlemen turut meneriakkan seruan tradisional “banzai” sebagai tanda dimulainya masa kampanye. 

Namun, langkah Takaichi ini langsung menuai kritik dari berbagai pihak. Sejumlah tokoh oposisi menilai pemilu dini diadakan pada waktu yang kurang tepat karena justru akan menunda pembahasan anggaran negara dan berbagai isu penting lainnya, termasuk penanganan ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Lebih jauh, beberapa warga sipil yang diwawancarai media asing mengatakan bahwa keputusan tersebut terlihat lebih mirip untuk memperkuat posisi politik Takaichi dan partainya ketimbang benar-benar mendahulukan kebutuhan rakyat. 

Sementara itu, sekutu partai pemerintah, seperti Shunichi Suzuki, menyatakan partainya berharap pemilu ini akan membantu mereka “mendapatkan kembali stabilitas politik” dengan memperkuat mayoritas di parlemen.

Di sisi lain, analis politik memperingatkan bahwa suara publik bisa saja berbeda arah mengingat tekanan ekonomi dan penurunan dukungan publik terhadap pemerintah dalam beberapa pekan terakhir. 

Dengan dimulainya masa kampanye resmi pada akhir Januari, Jepang kini memasuki fase politik yang sangat menentukan.

Pemilu dini ini dipandang sebagai momen krusial, tidak hanya bagi masa depan Takaichi, tetapi juga bagi arah kebijakan Jepang dalam menghadapi tekanan internal seperti biaya hidup tinggi serta tantangan eksternal termasuk isu geopolitik regional. (**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

12 hours ago
13 hours ago
14 hours ago
14 hours ago
14 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!