x Pulau Seribu Asri

PBSI Gandeng Jepang, Siapkan Kolaborasi Jangka Panjang

waktu baca 4 menit
Sabtu, 24 Jan 2026 15:53 64 Agung

Viralterkini.id, Jakarta – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menggelar pertemuan resmi dengan Presiden Asosiasi Bulutangkis Jepang (Badminton Association of Japan), Mitsuru Murai, di kawasan Senayan, Jakarta, dalam rilis yang diterima Sabtu (24/1/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung bertepatan dengan penyelenggaraan turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2026 dan menjadi momentum strategis untuk membahas penguatan kerja sama jangka panjang antara kedua negara.

Pertemuan ini merupakan bagian dari agenda diplomasi olahraga PBSI yang bertujuan mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Jepang, khususnya dalam pengembangan bulutangkis di tingkat Asia dan dunia.

Selain membahas kerja sama teknis, pertemuan tersebut juga menyinggung kolaborasi organisasi, bisnis olahraga, hingga persiapan menuju agenda olahraga besar kawasan.

Ketua Umum PBSI, M. Fadil Imran, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Asosiasi Bulutangkis Jepang beserta jajaran.

Menurut Fadil, Indonesia Masters 2026 tidak hanya menjadi ajang pertandingan bulutangkis kelas dunia, tetapi juga simbol persahabatan, rasa saling menghormati, dan nilai sportivitas yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Jepang.

“Turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga perayaan bulutangkis dunia serta refleksi dari hubungan erat dan saling menghargai antara Indonesia dan Jepang. Kedua negara memiliki sejarah panjang dan kontribusi besar dalam membentuk wajah bulutangkis Asia dan global,” ujar Fadil Imran.

Fadil menegaskan, PBSI memandang Jepang bukan semata sebagai rival kuat di arena pertandingan, melainkan sebagai mitra strategis.

Ia menilai kedua negara memiliki kesamaan nilai dalam profesionalisme, disiplin, tata kelola organisasi, serta sistem pembinaan atlet yang berorientasi pada prestasi jangka panjang.

Dalam pertemuan tersebut, PBSI juga menyampaikan apresiasi atas pengajuan Memorandum of Understanding (MoU) dari Asosiasi Bulutangkis Jepang yang telah diterima secara resmi oleh PBSI pada 1 Desember 2025.

MoU tersebut dipandang sebagai fondasi penting untuk membangun kerja sama yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan saling menguntungkan.

PBSI melihat peluang kerja sama yang luas di berbagai bidang strategis. Salah satunya adalah pengembangan program pelatihan dan pembinaan atlet bersama, termasuk pertukaran pelatih, sport science, serta metodologi kepelatihan modern.

Selain itu, kedua asosiasi juga membuka peluang pertukaran pengetahuan terkait sistem pembinaan atlet usia dini dan pengelolaan atlet elite.

Kerja sama juga diarahkan pada penguatan manajemen kompetisi dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan organisasi bulutangkis.

PBSI menilai pengalaman Jepang dalam tata kelola turnamen internasional dan pembinaan atlet berprestasi dapat menjadi referensi penting bagi peningkatan kualitas sistem nasional.

Tidak hanya terbatas pada aspek teknis, PBSI turut membuka peluang kolaborasi di sektor bisnis dan komersial.

Bentuk kerja sama yang dibahas antara lain penyelenggaraan event bersama, aktivasi sponsor lintas negara, serta pengembangan industri pendukung bulutangkis.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem bulutangkis di kawasan Asia.

Pertemuan tersebut juga menyinggung agenda besar olahraga Asia, yakni Asian Games 2026 yang akan digelar di Jepang pada September mendatang.

Bagi Indonesia, Asian Games menjadi ajang multi-event strategis, dengan bulutangkis sebagai salah satu cabang olahraga andalan dalam perolehan prestasi.

Sejalan dengan itu, PBSI menyampaikan harapan adanya dukungan dari Asosiasi Bulutangkis Jepang dalam memfasilitasi persiapan tim Indonesia menuju Asian Games 2026.

Dukungan yang dimaksud meliputi koordinasi kamp pelatihan, program adaptasi atlet, kesiapan kompetisi, hingga dukungan logistik selama masa persiapan.

Selain persiapan teknis, PBSI juga mengangkat isu fasilitasi visa olahraga bagi atlet Indonesia. Mengingat intensitas keikutsertaan atlet nasional dalam turnamen internasional di Jepang seperti Japan Open dan Japan Masters, PBSI berharap adanya kemudahan serta percepatan proses pengurusan visa olahraga.

Fasilitasi visa dinilai krusial dalam mendukung perencanaan latihan, pengaturan jadwal kompetisi internasional, serta menjaga performa puncak atlet.

PBSI menegaskan bahwa kemudahan tersebut merupakan bentuk kerja sama praktis yang berdampak langsung pada kesiapan dan prestasi atlet Indonesia.

Menutup pertemuan, Fadil Imran kembali menegaskan komitmen PBSI untuk membangun kemitraan strategis jangka panjang dengan Asosiasi Bulutangkis Jepang.

Ia berharap kerja sama yang dilandasi kepercayaan, komunikasi terbuka, dan visi bersama ini dapat melahirkan kolaborasi konkret di masa depan.

“Kami ingin bekerja sama tidak hanya sebagai kompetitor di lapangan, tetapi sebagai mitra yang bersama-sama berkontribusi bagi pengembangan bulutangkis dunia,” pungkas Fadil Imran. (aq)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

12 hours ago
13 hours ago
14 hours ago
14 hours ago
14 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!