Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat menyampaikan capaian strategis tahun 2025 dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, kemarin. Foto : ist Viralterkini.id, JAKARTA – Rapor hijau berhasil ditorehkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia. Dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XII DPR RI yang berlangsung pada Kamis (22/1), Bahlil membongkar serangkaian capaian strategis tahun 2025 yang sukses membawa Indonesia pada level baru kemandirian energi.
Bahlil melaporkan, dari total pagu anggaran sebesar Rp14,444 triliun, realisasi kinerja kementerian mencapai Rp13,19 triliun atau 91,32 persen. Angka ini bukan sekadar serapan anggaran, melainkan manifestasi dari keberpihakan negara pada rakyat kecil dan kedaulatan nasional.

Gebrakan Pertama: Swasembada Gas Domestik
Kabar paling mengejutkan sekaligus membanggakan adalah keberhasilan Indonesia memutus rantai ketergantungan gas dari luar negeri. Bahlil memastikan bahwa sepanjang tahun 2025, Indonesia tidak melakukan impor LNG (Liquefied Natural Gas).
”Lifting gas bumi kita mencapai 951,8 MBOEPD dan kita optimalkan sepenuhnya untuk mencukupi kebutuhan domestik. Hasilnya, sepanjang 2025 kita nol impor LNG,” tegas Bahlil yang disambut apresiasi oleh anggota dewan.
Lebih lanjut, Bagi Bahlil, pencapaian ini adalah harga diri bangsa di peta energi global. Ketum Golkar Termuda yang dijuluki “Si Eksekutor” ini menekankan bahwa kedaulatan sejati bukan berarti menutup diri, melainkan memastikan kekuatan mandiri.
“Kedaulatan energi bukanlah tentang seberapa banyak kita menjual kekayaan alam ke luar, melainkan tentang seberapa sanggup kita memastikan kekuatan mandiri untuk menopang kebutuhan bangsa sendiri,” ujar Bahlil menekankan filosofi kemandiriannya.
Tak hanya gas, sektor minyak bumi juga menunjukkan performa luar biasa dengan lifting mencapai 605,3 ribu barel per hari, melampaui target yang ditetapkan pemerintah.
Gebrakan Kedua: Terangi Pelosok Negeri Secara Gratis
Sejalan dengan visi pemerataan, Bahlil membawa program listrik sebagai “hadiah” bagi warga di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Gebrakan ini menyasar langsung ratusan ribu rumah tangga yang selama ini kesulitan akses energi.
Bagi Bahlil, keberhasilan energi harus dirasakan langsung di ruang tamu rakyat. Melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), negara hadir memberikan akses listrik gratis bagi 205.968 rumah tangga kurang mampu yang selama ini terpinggirkan.
Langkah ini kian lengkap dengan jangkauan program Listrik Desa yang berhasil menembus kegelapan di 1.516 lokasi terpencil. Sebanyak 77.616 keluarga di pelosok nusantara kini tak lagi bergantung pada pelita; mereka memulai babak baru kehidupan di bawah pijar lampu yang membawa harapan dan martabat hingga ke ujung negeri.
Di sela pemaparannya, Bahlil sempat terhenti sejenak untuk menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikelola kementeriannya harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di garis depan Nusantara.
“Anggaran negara adalah keringat rakyat, dan tugas kami adalah mengembalikannya dalam bentuk cahaya yang memerdekakan mereka dari kegelapan. Kita pastikan lampu di rumah seorang petani di ujung Papua tetap menyala tanpa ia harus merasa terbebani,” imbuhnya.
Bahlil menekankan bahwa dukungan anggaran tahun 2025 memang diarahkan untuk memperkuat pelayanan energi nasional yang berkeadilan. Keberhasilan ini diklaim sebagai buah dari kerja kolektif seluruh pihak dan pengawasan ketat terhadap setiap rupiah anggaran negara.

”Dukungan Komisi XII DPR RI menjadi kunci. Upaya ini akan terus kita perkuat untuk mendukung pemerataan pembangunan, sehingga energi tidak hanya dinikmati oleh masyarakat di kota besar, tapi juga sampai ke rumah-rumah di ujung negeri,” pungkasnya. (dano)
Tidak ada komentar