Ilustrasi: Viralterkini.id Viralterkini.id – Laporan investigatif harian The New York Times memicu kehebohan publik Amerika Serikat. Kekayaan Presiden AS Donald Trump dan keluarganya dilaporkan melonjak drastis lebih dari USD 1,4 miliar atau setara Rp23 triliun hanya dalam kurun waktu satu tahun sejak Trump kembali menjabat pada Januari lalu.
Temuan tersebut bahkan membuat pembawa acara senior CNN, Anderson Cooper, geleng-geleng kepala. Dalam program Anderson Cooper 360 edisi Selasa (20/1), Cooper menyebut angka tersebut sebagai sesuatu yang “mencengangkan” dan mengundang pertanyaan serius soal etika jabatan publik.
“Sudah jelas bahwa presiden dan keluarganya telah meraup keuntungan besar selama tahun pertama masa jabatan Bapak Trump,” ujar Cooper, dikutip dari tvinsider.com.
Menurut perhitungan New York Times, jumlahnya setidaknya USD 1,4 miliar selama 12 bulan terakhir.
Laporan New York Times menegaskan bahwa lonjakan kekayaan itu sama sekali tidak berasal dari gaji presiden. Sebaliknya, uang tersebut mengalir dari berbagai aktivitas bisnis keluarga Trump yang justru kian agresif sejak ia kembali berkuasa.
Sumber pemasukan meliputi kesepakatan lisensi baru, proyek real estat di luar negeri, investasi besar-besaran di mata uang kripto, hingga royalti dari film dokumenter Amazon tentang Ibu Negara Melania Trump.
Wartawan investigasi New York Times, Ross Buettner, yang hadir dalam diskusi bersama Cooper, bahkan menyebut angka tersebut bisa lebih besar dari yang dilaporkan.
“Ini benar-benar mengejutkan. Saya rasa ini mengejutkan setiap bulannya,” kata Buettner.
Menurutnya, total kekayaan itu bisa mendekati USD 1,5 miliar, jauh melampaui harta yang pernah diperoleh Trump dari warisan keluarga maupun masa kejayaannya lewat acara televisi The Apprentice.
“Mereka sudah beroperasi dalam bisnis, dan terus mengembangkannya secara berkala, terutama ke sektor mata uang kripto,” ujar Buettner, menggambarkan pola bisnis keluarga Trump yang dinilai memanfaatkan momentum kekuasaan.
Segmen laporan ini langsung memicu reaksi keras publik. Di kolom komentar YouTube CNN, banyak warganet mempertanyakan etika, moralitas, bahkan legalitas seorang presiden yang kekayaannya melonjak drastis saat masih menjabat.
“Mengapa pemerintah membiarkan dia lolos begitu saja? Apakah dia tidak bertanggung jawab atas apa pun?” tulis salah satu warganet.
Komentar lain menyinggung konstitusi Amerika Serikat yang secara prinsip melarang pejabat publik menggunakan jabatan untuk memperkaya diri.
“Saya kira ada ketentuan dalam konstitusi AS tentang presiden yang memanfaatkan jabatannya untuk keuntungan pribadi. Ini sangat tidak bermoral,” tulis komentar lainnya.
Laporan New York Times ini pun kembali membuka perdebatan lama tentang konflik kepentingan, etika kekuasaan, serta batas tipis antara jabatan publik dan kepentingan bisnis pribadi di Amerika Serikat. (**)
Tidak ada komentar