Potret Udara Kondisi Terkini Lokasi Pembangunan Jalan di Wairoro, Halmahera Tengah. Kredit Foto: Aji/idetimur.com Viralterkini.id, Halteng – Akselerasi nyata ditunjukkan Balai Pekerjaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara dalam mengeksekusi visi Asta Cita Presiden di sektor ketahanan pangan. Tak sekadar pemeliharaan rutin, jalur nasional di sentra pertanian Wairoro kini tengah “disulap” menjadi jalur logistik premium yang luas dan tangguh.
Transformasi ini menjadi jawaban atas keluhan panjang petani terkait akses jalan sempit yang selama ini mencekik efisiensi distribusi hasil bumi di Halmahera Tengah.
Melalui Satker PJN Wilayah II (PPK 2.3) ruas Weda-Mafa-Matuting-Saketa (WMMS), BPJN Maluku Utara mengonversi jalan eksisting yang semula hanya selebar 4,5 meter menjadi 6 meter.
Pelebaran sepanjang 2 kilometer ini diproyeksikan tuntas pada tahun anggaran 2026, sekaligus memperkuat konektivitas vital antara Kabupaten Halmahera Tengah dan Halmahera Selatan.
Solusi Infrastruktur di Sentra Pertanian Wairoro
Pengawas kegiatan, Faruk, mengungkapkan bahwa peningkatan kapasitas jalan ini bersifat mendesak. Mengingat status Wairoro sebagai lumbung pangan daerah, infrastruktur jalan nasional yang memadai adalah syarat mutlak bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
”Arus lalu lintas di Weda Selatan meningkat pesat seiring tingginya aktivitas ekonomi. Wairoro adalah pusat produksi, tanpa jalan yang mumpuni, potensi besar pertanian kita akan terus terhambat oleh tingginya biaya logistik,” tegas Faruk saat dikonfirmasi, Kamis (22/1/2026).
Progres Lapangan: Menuju Aspal Mulus
Proyek yang dikerjakan dengan skema multi-years (2025–2026) ini telah melewati berbagai tahapan teknis yang signifikan. Setelah pengerjaan pasangan batu untuk pelebaran jalan di tahun 2025, kini fokus beralih sepenuhnya pada penguatan struktur badan jalan.
Faruk merinci bahwa saat ini tim di lapangan sedang mengebut tahap pecingan dan perataan permukaan.
“Proses selanjutnya adalah pemantapan Lapisan Pondasi Bawah (LPB) dan Lapisan Pondasi Atas (LPA), yang kemudian akan ditutup dengan pengaspalan hotmix agar jalan benar-benar mantap dan mulus,” jelasnya.
Dampak Strategis bagi Ekonomi Maluku Utara
Peningkatan kualitas jalan ini diharapkan tidak hanya memperlancar arus barang, tetapi juga menjamin keamanan berkendara bagi masyarakat. Dengan standar jalan nasional yang lebih luas, truk pengangkut hasil tani kini dapat melintas lebih aman tanpa terkendala ruang gerak yang terbatas.
Dukungan penuh dari Kementerian PUPR melalui BPJN Maluku Utara ini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur di daerah tetap menjadi prioritas utama. Langkah ini mempertegas komitmen pemerintah dalam mendukung kedaulatan pangan nasional dari timur Indonesia melalui penyediaan jalur logistik yang premium. (Dano)
Tidak ada komentar