Tiga Eks OPM Kodam XXVIII Sinak bersama personel Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya(Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya), Kredit Foto: Detik.com Viralterkini.id, Mimika – Tiga mantan anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XXVIII/Sinak menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Sebelumnya, ketiga orang tersebut diketahui terlibat dalam aksi gangguan tembakan saat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kantor Distrik Sinak pada 2025.
Berdasarkan siaran pers Yonif 142/Ksatria Jaya yang diterima, Kamis (22/1/2026), prosesi ikrar setia dilaksanakan di Pos Agandugume Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya, dan disaksikan oleh tokoh masyarakat Distrik Agandugume, Senin (19/1/2026).
Salah satu mantan anggota TPNPB-OPM, Kataw Kulua, menyatakan bahwa keputusannya kembali ke pangkuan NKRI dilakukan atas kesadaran pribadi, tanpa adanya tekanan atau paksaan dari pihak mana pun.
Ia menegaskan, jalan kekerasan dan perpecahan tidak membawa manfaat bagi masyarakat Papua, melainkan hanya menimbulkan penderitaan dan menghambat kemajuan daerah.
“Kami menyatakan akan selalu setia kepada NKRI, menolak segala bentuk gerakan separatis, serta berkomitmen untuk mendukung keamanan, ketertiban, dan pembangunan di wilayah Papua, khususnya di Distrik Agandugume,” ujar Kataw saat membacakan ikrar.
Sementara itu, Danpos Agandugume, Kapten Inf Muh Zandra, berharap langkah ketiga mantan anggota TPNPB-OPM tersebut dapat diikuti oleh anggota lainnya yang masih berada di kelompok separatis.
“Kepada saudara-saudara kita yang telah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya. Kami berharap ini menjadi awal perubahan menuju masa depan yang lebih baik,” kata Zandra.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh ajakan kelompok TPNPB-OPM serta aktif melaporkan keberadaan simpatisan maupun anggota kelompok tersebut kepada aparat keamanan setempat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama menjaga keamanan dan ketertiban, serta melaporkan apabila mengetahui keberadaan kelompok TPNPB-OPM agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” ujarnya.
Apresiasi turut disampaikan tokoh masyarakat Distrik Agandugume, Meinus Tabuni. Ia menilai ikrar setia NKRI tersebut dapat menjadi contoh nyata dan pemantik kesadaran bagi pihak lain yang masih memilih jalan separatisme.
“Mari kita bersama-sama membangun Papua yang kondusif, aman, sejahtera, dan damai. Dengan begitu, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut dan trauma akibat gangguan keamanan,” kata Meinus. (**)
Tidak ada komentar