x Pulau Seribu Asri

Yoshimi Ogawa Minta Maaf ke Bekasi City

waktu baca 3 menit
Rabu, 21 Jan 2026 23:18 53 Agung

Viralterkini.id, Jakarta – Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada kubu FC Bekasi City menyusul terjadinya gol kontroversial dalam lanjutan Championship Liga 2 musim 2025/2026.

Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah Komite Wasit PSSI melakukan evaluasi dan mengakui adanya kesalahan prosedur dalam proses terjadinya gol yang melibatkan Garudayaksa FC.

Insiden tersebut terjadi pada pertandingan pekan ke-15 Grup Barat Championship Liga 2 2025/2026 yang mempertemukan Garudayaksa FC kontra FC Bekasi City di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (10/1/2026).

Laga itu berakhir dengan skor imbang 1-1, namun hasil pertandingan menjadi sorotan karena gol penyama kedudukan Garudayaksa dinilai tidak sah secara prosedural.

Gol kontroversial tersebut tercipta melalui situasi tendangan sudut. Bola hasil sepak pojok yang dilakukan Feby Eka Putra berhasil dimanfaatkan oleh pemain Garudayaksa FC, Obet, untuk menjebol gawang FC Bekasi City.

Namun setelah dilakukan pengamatan ulang, posisi bola saat tendangan sudut diketahui tidak diletakkan di dalam area lingkaran sudut sebagaimana diatur dalam Laws of the Game.

Ogawa mengatakan, Komite Wasit PSSI telah menemui jajaran FC Bekasi City untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

Permintaan maaf itu disampaikan kepada seluruh elemen tim, mulai dari manajemen, staf pelatih, hingga para pemain.

“Saya sudah meminta maaf kepada pihak FC Bekasi City atas kejadian tersebut, baik kepada manajer, pelatih, maupun pemain,” kata Yoshimi Ogawa saat ditemui di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Menurut Ogawa, insiden tersebut terjadi akibat kelalaian wasit di lapangan yang tidak cermat memastikan posisi bola sebelum tendangan sudut dilakukan.

Ia menegaskan bahwa kesalahan itu murni berasal dari perangkat pertandingan, bukan dari faktor teknis lain di luar kendali wasit.

Dalam penjelasannya, Ogawa juga mengungkap adanya kendala komunikasi antara wasit lapangan dan tim asisten wasit video (VAR).

Ia menyebut, VAR sebenarnya telah memberikan informasi bahwa posisi bola tidak tepat sebelum tendangan sudut dieksekusi.

“Sebelum tendangan dilakukan, VAR sudah memberi tahu wasit bahwa posisi bola tidak tepat di garis,” ujar Ogawa.

Namun demikian, informasi tersebut tidak direspons secara optimal oleh wasit utama. Ogawa menilai hal ini menunjukkan lemahnya respons dan pengambilan keputusan di lapangan dalam situasi krusial.

“Tapi kembali lagi, tergantung apakah wasit merespons informasi tersebut atau tidak. Ini adalah kesalahan wasit di lapangan,” tegasnya.

Ogawa juga menjelaskan alasan mengapa gol tersebut tetap disahkan meski secara prosedur dinilai keliru. Ia menegaskan bahwa dalam protokol VAR yang berlaku secara internasional, tidak semua kesalahan dapat diintervensi oleh teknologi tersebut.

“Ini memang kesalahan, tetapi tidak masuk dalam kategori yang bisa diintervensi VAR,” jelas Ogawa.

Menurutnya, VAR hanya dapat digunakan untuk meninjau keputusan-keputusan krusial tertentu seperti gol, penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identitas pemain, dengan batasan yang telah diatur.

Sementara dalam kasus ini, kesalahan terjadi pada proses teknis sebelum bola dimainkan.

“Karena itu, VAR tidak bisa berbuat apa-apa,” lanjut Ogawa.

Insiden ini menjadi bahan evaluasi serius bagi PSSI, khususnya Komite Wasit, dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan pertandingan di kompetisi Liga 2.

Ogawa menegaskan bahwa setiap wasit sejatinya telah dibekali instruksi dan arahan ketat terkait detail teknis pertandingan, termasuk dalam situasi bola mati seperti tendangan sudut.

Ia mengingatkan bahwa akurasi dan ketelitian merupakan aspek mendasar yang tidak boleh diabaikan oleh seorang wasit, karena dapat berdampak langsung pada hasil pertandingan dan kepercayaan publik.

“Wasit harus memastikan posisi bola benar saat corner. Pemain juga seharusnya bersikap jujur,” ujar Ogawa.

Lebih lanjut, Ogawa menyebut bahwa kelalaian seperti ini tidak seharusnya terjadi, terlebih di kompetisi resmi yang berada di bawah naungan PSSI.

Ia memastikan bahwa Komite Wasit akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja wasit yang bertugas pada laga tersebut.

“Dalam kasus ini, ada kelalaian yang tidak seharusnya terjadi,” pungkas Ogawa.

PSSI berharap kejadian serupa tidak terulang pada pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kualitas pengawasan dinilai menjadi kunci untuk menjaga integritas dan kredibilitas kompetisi sepak bola nasional, khususnya di Liga 2.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

12 hours ago
13 hours ago
14 hours ago
15 hours ago
15 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!