x Pulau Seribu Asri

Timnas Basket Kursi Roda 3×3 Fokus Rebut Perunggu APG 2025

waktu baca 4 menit
Senin, 19 Jan 2026 22:23 79 Agung

Viralterkini.id, Jakarta — Tim nasional basket kursi roda putra Indonesia 3×3 akan berjuang merebut medali perunggu Asean Para Games (APG) 2025 Thailand setelah gagal melangkah ke final. Indonesia harus menghadapi Malaysia pada laga penentuan posisi ketiga usai takluk dari tuan rumah Thailand di babak semifinal.

Bertanding di Hall lantai 4 Terminal 21, Nakhon Ratchasima, Senin (19/1/2026), Indonesia takluk dengan skor 5-14 dan gagal melangkah ke partai final.

Sejak awal pertandingan, tim Indonesia yang diperkuat Danu Koswantoro dan rekan-rekan terlihat kesulitan mengembangkan permainan.

Thailand tampil dominan dengan tempo cepat, tekanan ketat, serta akurasi tembakan yang konsisten. Sementara itu, Indonesia kerap gagal memanfaatkan peluang akibat finishing yang kurang maksimal dan pengambilan keputusan yang terlambat.

Pelatih timnas basket kursi roda Indonesia, Salim Nurjadin, mengakui performa anak asuhnya belum sesuai harapan.

Ia menilai hasil yang diraih pada fase penyisihan hingga semifinal kali ini memang kurang maksimal karena tim Indonesia harus menelan kekalahan di seluruh laga yang dijalani.

“Hasil yang kita dapat di penyisihan kali ini memang sangat kurang maksimal, kita mengalami kekalahan di semua permainan. Tapi setelah ini kita akan fokus dan fight keras di perebutan juara tiga nanti melawan Malaysia,” ujar Salim usai pertandingan semifinal.

Sepanjang laga melawan Thailand, beberapa kali tembakan pemain Indonesia tidak akurat, bahkan tidak mengenai ring. Kondisi tersebut membuat Indonesia kesulitan mengejar ketertinggalan poin.

Di sisi lain, Thailand memanfaatkan hampir setiap kesempatan melalui shooting yang presisi dan transisi cepat dari bertahan ke menyerang.

Salim menilai faktor mental bertanding menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar yang harus segera dibenahi.

Ia menyebut kemungkinan para pemain masih mengalami kelelahan perjalanan serta tekanan tampil di hari pertama dengan jadwal pertandingan yang padat.

“Mungkin mereka masih jet lag dan kena demam panggung, karena ini hari pertama dan memang game yang cukup padat. Tapi kita tidak bisa jadikan itu alasan karena 3×3 di mana pun pasti padat, baik di wheelchair maupun basket konvensional,” kata Salim.

Menghadapi laga perebutan medali perunggu melawan Malaysia, Salim menegaskan tim pelatih akan fokus pada perbaikan komunikasi, mental, dan penyelesaian akhir.

Menurutnya, menurunnya akurasi tembakan para pemain dipengaruhi oleh kurangnya ketenangan serta lambatnya pengambilan keputusan di lapangan.

“Kita akan konsen ke komunikasi tim dan finishing yang harusnya lebih tenang. Akurasi menurun karena pemain kurang tenang dan lambat ambil keputusan. Shot clock sering habis di detik terakhir, sehingga terpaksa melakukan tembakan yang sulit dan konsentrasi menurun,” jelasnya.

Salim juga menyinggung pertemuan Indonesia dengan Malaysia pada fase penyisihan. Dalam laga tersebut, Indonesia sempat tertinggal di awal, lalu mampu bangkit dan unggul dua bola sebelum akhirnya kalah.

Pengalaman itu diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi Danu Koswantoro dan kawan-kawan.

“Untuk menghadapi Malaysia nanti kita akan keras dari awal. Di penyisihan kita bisa dibilang terpeleset. Saya harap di perebutan juara tiga nanti, anak-anak lebih pintar ambil keputusan. Kita optimistis bisa menang,” tegas Salim.

Sebelum mencapai semifinal, timnas basket kursi roda Indonesia 3×3 memang menghadapi rangkaian hasil kurang menggembirakan. Pada laga penyisihan melawan Filipina, Indonesia harus menyerah dengan skor telak 3-20.

Hasil tersebut menjadi kekalahan terberat yang dialami Indonesia di ajang APG 2025.

Saat berhadapan dengan Malaysia di fase penyisihan, Indonesia kembali menelan kekalahan dengan skor 6-10.

Kemudian, menghadapi Thailand pada laga penyisihan, Indonesia juga harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 6-16.

Salah satu pemain Indonesia, I Komang Suparta, mengakui timnya masih membutuhkan banyak evaluasi, terutama dalam hal kerja sama antar pemain, pertahanan, serta ketenangan saat mengeksekusi peluang.

“Laga hari ini memang perlu banyak evaluasi, khususnya antar pemain di dalam lapangan. Finishing kurang bagus, defense juga kurang kuat, mental, ketenangan, dan jam terbang masih harus ditingkatkan. Tapi ini jadi modal penting untuk perebutan perunggu nanti. Kita optimistis bisa bawa pulang medali,” ujar Komang.

Tim nasional basket kursi roda putra Indonesia 3×3 dijadwalkan menghadapi Malaysia pada laga perebutan medali perunggu Asean Para Games 2025 Thailand.

Duel tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi Indonesia untuk menutup keikutsertaan mereka dengan hasil positif sekaligus mempersembahkan medali bagi Merah Putih.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

12 hours ago
13 hours ago
14 hours ago
14 hours ago
14 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!