Polda Sulsel kirimkan tim DVI ke Posko SAR Gabungan di Kab.Maros. Kredit Foto: Viva.co.id Viralterkini.id – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) mengerahkan tiga tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk bergabung dalam Pos Komando (Posko) Search and Rescue (SAR) gabungan di Kabupaten Maros, menyusul laporan hilang kontak pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport.
Sebanyak 12 personel DVI diberangkatkan Sabtu malam (18/1/2026) dari Kota Makassar menuju Maros menggunakan tiga kendaraan operasional Biddokkes Polda Sulsel. Tim ini disiapkan untuk melakukan identifikasi awal korban, jika diperlukan, di kawasan Leang-Leang, lokasi yang diduga menjadi titik terakhir pesawat terdeteksi.
“Kami malam ini mengirim tiga tim dengan perlengkapan lengkap untuk pertolongan dan identifikasi. Kami berharap seluruh kru dan penumpang masih dalam kondisi selamat,” ujar Kepala Biddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol dr. Muhammad Haris.
Ia mengungkapkan, hingga Sabtu malam, tim SAR gabungan belum menemukan titik pasti keberadaan pesawat.
“Kami masih menunggu perkembangan di lapangan, apakah ditemukan korban selamat atau tidak,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi lanjutan, Biddokkes Polda Sulsel juga telah mendirikan Posko Ante Mortem di Jalan Kumala, Kota Makassar. Posko ini difungsikan untuk menghimpun data korban sebelum kejadian dari pihak keluarga.
Data ante mortem meliputi ciri fisik dan identitas korban, seperti pakaian terakhir yang dikenakan, perhiasan atau aksesori, tanda lahir, tato, bekas luka, sidik jari, data odontologi (gigi), hingga sampel DNA dari keluarga kandung untuk keperluan pencocokan.
Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menyatakan kesiapan penuh mendampingi keluarga penumpang yang merupakan petugas KKP. Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, telah mengunjungi rumah keluarga Deden di Pasar Minggu dan Yoga di Duren Sawit, Jakarta.
Kedua nama tersebut, bersama Ferry, tercatat sebagai petugas KKP yang berada dalam manifes penumpang pesawat ATR 400 yang dilaporkan hilang.
“Saya sangat sedih. Ketiga nama ini adalah petugas pengawasan udara kelautan dan perikanan, mereka berprestasi, termasuk dalam pengawasan illegal fishing. Saya bertemu langsung keluarga mereka, istri, anak, dan kerabat, perasaan saya campur aduk. Kita semua berdoa yang terbaik,” ujar Trenggono.
KKP RI menegaskan akan terus mengikuti perkembangan pencarian dan, jika diperlukan, melalui Direktorat Jenderal terkait siap memfasilitasi keberangkatan keluarga korban ke Sulawesi Selatan. (**)
Tidak ada komentar