x Pulau Seribu Asri

Nyawa Seperti Tak Berharga, Harita Group Pilih Bungkam Usai Pekerja Tewas

waktu baca 2 menit
Sabtu, 17 Jan 2026 12:12 241 Arthur

Viralterkini.id, Halsel – Seorang buruh bernama Gheliver Milton Robodoe tewas setelah mengalami kecelakaan kerja di area conveyor milik PT Megah Surya Pertiwi (MSP), anak usaha Harita Group, yang beroperasi di kawasan industri Kawasi, Kabupaten Halmahera Selatan.

Insiden itu terjadi pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIT di area produksi GP perusahaan. Keluarga korban menyebut Gheliver mengalami luka parah setelah kecelakaan tersebut.

“Kami melihat langsung kondisinya. Tangannya patah, kakinya patah, dan lehernya mengalami cedera serius,” ujar salah satu anggota keluarga korban kepada wartawan, Sabtu (17/1/2026).

Keluarga menyatakan korban sempat berada dalam kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal dunia. Namun hingga kini, pihak keluarga mengaku tidak menerima penjelasan resmi dari perusahaan mengenai kronologi kejadian.

Keluarga Nilai Perusahaan Sengaja Bungkam

Pihak keluarga menilai manajemen perusahaan bersikap tertutup sejak insiden terjadi. Mereka mengaku perusahaan tidak menyampaikan informasi detail terkait kecelakaan kerja yang merenggut nyawa Gheliver.

“Tidak ada penjelasan resmi. Kami hanya menerima kabar korban meninggal, tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi di lokasi kerja,” kata keluarga korban.

Menurut keluarga, perusahaan langsung mengevakuasi jenazah menggunakan speed ambulance milik perusahaan tanpa memberikan penjelasan terbuka kepada pihak keluarga.

Evakuasi Cepat, Informasi Minim

Keluarga mencatat speed ambulance berangkat dari kawasan industri Kawasi sekitar pukul 22.12 WIT. Armada tersebut tiba di Pelabuhan Kupal pukul 01.15 WIT, lalu melanjutkan perjalanan menuju Desa Galala pukul 02.45 WIT untuk menyerahkan jenazah kepada keluarga.

Keluarga menyayangkan proses evakuasi yang berjalan cepat tanpa disertai komunikasi terbuka. Mereka menilai perusahaan lebih fokus memindahkan jenazah ketimbang menjelaskan peristiwa kecelakaan kerja.

Perusahaan Belum Beri Keterangan

Hingga berita ini terbit, PT Megah Surya Pertiwi maupun manajemen Harita Group belum menyampaikan keterangan resmi terkait insiden kecelakaan kerja tersebut.

Keluarga korban mendesak perusahaan bertanggung jawab dan membuka fakta kejadian secara transparan. Mereka juga meminta aparat berwenang mengusut tuntas insiden yang menewaskan Gheliver Milton Robodoe.

“Kami hanya ingin kejelasan dan keadilan. Jangan ada nyawa buruh lain yang melayang tanpa pertanggungjawaban,” tegas pihak keluarga.

(**)

Referensi:

Dikutip dari Kierahapost, ”Buruh Harita Group Tewas di Area Produksi Kawasi, Keluarga Duga Perusahaan Tertutup,” diakses Sabtu (17/1/2026)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

13 hours ago
14 hours ago
16 hours ago
16 hours ago
16 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!