x Pulau Seribu Asri

Tak Gentar! Jenderal Senior Iran Ancam Potong Tangan dan Jari Trump

waktu baca 2 menit
Sabtu, 17 Jan 2026 11:21 77 Arthur

Viralterkini.id – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Kali ini, seorang jenderal senior Iran menyampaikan ancaman terbuka kepada Presiden AS Donald Trump. Ia memperingatkan bahwa serangan militer ke Teheran akan memicu pembalasan luas terhadap pasukan AS di Timur Tengah.

Ancaman tersebut muncul seiring laporan pergerakan aset militer Amerika Serikat ke kawasan. Dalam beberapa hari terakhir, Washington mulai memposisikan ulang kekuatan militernya sebagai respons atas dinamika keamanan regional.

Peringatan Langsung dari Jenderal IRGC

Jenderal senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohsen Rezaei, menyampaikan pernyataan keras itu dalam pidato publik. Saat ini, Rezaei juga menjabat sebagai anggota Dewan Kebijaksanaan Iran.

“Trump mengatakan tangannya sudah berada di pelatuk. Kami akan memotong tangan dan jarinya,” kata Rezaei, seperti dikutip Iran International, Sabtu (17/1/2026).

Melalui pernyataan tersebut, Rezaei menegaskan kesiapan Iran menghadapi kemungkinan konfrontasi langsung dengan Amerika Serikat.

Iran Tutup Pintu Diplomasi Jika Diserang

Selain itu, Rezaei menyatakan Iran tidak akan membuka ruang gencatan senjata jika Washington memulai agresi militer. Menurutnya, setiap serangan akan memicu respons balasan tanpa kompromi.

“Jika kami bergerak maju, tidak ada lagi pembicaraan gencatan senjata. Mundurlah sekarang. Jika tidak, tidak satu pun pangkalan kalian di kawasan ini akan aman,” ujarnya.

Dengan demikian, Teheran menempatkan opsi militer sebagai respons utama atas potensi serangan.

Amerika Serikat Siapkan Opsi Militer

Sementara itu, Fox News melaporkan bahwa militer AS telah menggerakkan aset udara, darat, dan laut. Langkah tersebut bertujuan memberi Presiden Trump berbagai opsi militer.

Namun demikian, hingga kini Washington belum memastikan kapal induk mana yang akan dikerahkan. Sejumlah laporan menyebut USS Abraham Lincoln atau armada lain yang baru berangkat dari Norfolk dan San Diego.

Sosok Rezaei dan Tekanan Domestik Iran

Sebagai figur sentral militer Iran, Mohsen Rezaei pernah memimpin IRGC selama bertahun-tahun. Pemerintah AS memasukkan namanya ke dalam daftar sanksi sejak Januari 2020. Washington menilai Rezaei berperan dalam strategi destabilisasi regional Iran.

Di sisi lain, Iran juga menghadapi tekanan dari dalam negeri. Hingga hari ke-19 gejolak internal, Badan Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) mencatat setidaknya 2.677 penangkapan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Iran kini menghadapi tantangan ganda. Di satu sisi, Teheran menghadapi eskalasi eksternal dengan Amerika Serikat. Di sisi lain, pemerintah harus mengelola ketegangan domestik yang belum mereda. (**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

12 hours ago
13 hours ago
14 hours ago
14 hours ago
14 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!