Momen Haru seorang lansia memeluk Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji (IMS) saat menerima Insentif. Foto: Supriansah Nurdin Viralterkini.id, Weda – Di saat banyak kepala daerah terjebak dalam rutinitas birokrasi, sebuah “keajaiban” kebijakan muncul dari ufuk timur Indonesia.
Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) mendadak mengguncang jagat nasional setelah Bupati Dr. Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si (IMS) memutuskan untuk memutar arus APBD langsung ke dompet rakyatnya.
Tak tanggung-tanggung, Bupati IMS alokasikan dana sebesar Rp334,63 Miliar bukan untuk proyek mercusuar, melainkan kebijakan insentif sosial kepada Lansia, Janda, Anak Yatim, Pemuka Agama, Santunan duka hingga Beasiswa Penuh S1, S2 dan S3.

Langkah berani ini lahir dari tangan dingin seorang teknokrat berpengalaman. Dr. Ikram merupakan Doktor jebolan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Sebelum memimpin Halteng, ia memiliki rekam jejak mentereng sebagai Asisten Deputi Pengelolaan Perikanan Tangkap pada Kemenko Marves.
Pengalaman birokrasi nasional inilah yang ia bawa untuk melakukan lompatan besar di Halmahera Tengah.
Gebrakan yang dikawal oleh “Tiga Serangkai”—Bupati IMS, Wakil Bupati Ahlan Djumadil (IMS-ADIL), serta Sekretaris Daerah Bahri Sudirman (BS)—ini dinobatkan sebagai Juara 1 Nasional Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dan Pemerataan Ekonomi Terbaik 2025.
Investasi SDM: Membangun Intelektual Bumi Fagogoru
Alih-alih membangun gedung mewah, Bupati IMS memilih membangun kualitas manusia. Pada tahun 2025, Pemkab Halteng mengalokasikan Rp19,49 Miliar untuk beasiswa, yang dinaikan menjadi Rp32 Miliar pada 2026 sejalan bertambahnya mahasiswa.
Sebanyak 2.999 mahasiswa putra daerah kini bisa bernapas lega karena biaya kuliah mereka ditanggung pemerintah:

”Kami ingin memastikan tidak ada anak Halteng yang menguburkan mimpi dan cita-citanya karena biaya. Kami hadir untuk menjamin masa depan mereka hingga jenjang tertinggi,” tegas Dr. Ikram.
Bedah Anggaran: APBD Mengalir ke Rumah Rakyat
Total alokasi Rp334,63 miliar yang kini dinikmati masyarakat merupakan akumulasi program berjalan dan belum termasuk anggaran tahun 2026.
Untuk perlindungan kelompok rentan, Pemkab Halteng mengucurkan Rp27,93 miliar guna menjamin hidup layak bagi 5.974 jiwa.

Intervensi serius juga dilakukan pada kesehatan ibu dan anak. Sebanyak Rp6,96 miliar dialokasikan untuk insentif Rp1.000.000 per bulan bagi 2.687 ibu hamil dan menyusui. Hasilnya, angka stunting berhasil ditekan hingga 2,80 persen, sebuah capaian yang dinilai fenomenal.
Peran sosial dan spiritual tokoh agama pun mendapat perhatian khusus. Insentif imam masjid kini naik dua kali lipat menjadi Rp2 juta, pendeta Rp1,5 juta, wakil imam Rp1,5 juta, dan marbot Rp1 juta.
Tak hanya itu, Bantuan rumah ibadah melonjak drastis menjadi Rp50 juta per unit, dari sebelumnya Rp10 juta.
Dalam konteks kemanusiaan, santunan duka sebesar Rp5 juta per jiwa telah disalurkan kepada 340 keluarga ahli waris, dengan total realisasi mencapai Rp1,7 miliar.
“Distribusi ini harus tepat sasaran. Jangan ada satu rupiah pun yang bocor,” tegas Bupati IMS.
Revolusi Hunian: Menjangkau Seluruh Desa
Jantung pemerataan ekonomi Halteng diperkuat oleh program Rumah Layak Huni (RLH) senilai Rp262,39 berhasil membangun 2.412 unit rumah di 61 Desa definitif dan 11 Desa Persiapan.

Untuk program Bangun Baru, pemerintah mengalokasikan dana fantastis berkisar antara Rp210 Juta hingga Rp250 Juta per unit dengan ukuran standar 6×7 meter. Namun, sebuah terobosan sosial terjadi: jika terdapat partisipasi aktif atau swadaya dari penerima manfaat, ukuran rumah dapat ditingkatkan hingga 7×11 meter.
Sementara untuk Rehabilitasi Rumah, Pemkab menyediakan dana Rp50 Juta hingga Rp90 Juta guna memastikan sanitasi dan struktur bangunan memenuhi standar kesehatan.
Benteng Birokrasi Cekatan
Kecepatan penyaluran anggaran raksasa ini tak lepas dari peran Sekda Bahri Sudirman sebagai dirigen birokrasi. Bahri memastikan setiap regulasi teknis tidak menghambat hak masyarakat.
Di bawah kendalinya, birokrasi Halteng bertransformasi menjadi mesin pelayan yang memastikan pesan “tepat sasaran” dari Bupati terlaksana di lapangan secara akuntabel.
Sinyal Kesejahteraan 2026
Menariknya, seluruh capaian ini ditegaskan sebagai “permulaan”. Bupati IMS telah memberikan sinyalemen kuat bahwa pada 2026 dan tahun mendatang, nilai manfaat program jaring pengaman sosial dan pendidikan akan ditingkatkan secara signifikan guna mengunci posisi Halteng sebagai model ideal daerah sejahtera di Indonesia.
Gebrakan di Halmahera Tengah ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh tanah air: bahwa kesejahteraan rakyat bukanlah soal ketiadaan anggaran, melainkan soal keberanian arah kebijakan.
Dengan menempatkan APBD sebagai instrumen kemanusiaan, Halteng sedang membuktikan bahwa keadilan sosial bisa dicapai lebih cepat melalui kombinasi nurani politik dan kompetensi teknokratis. (Dano)
2 minggu lalu
Bapak bupati bukan hanya seorang pemimpin,tetapi juga sosok yang dekat dengan masyarakat.kepedulian,ketegasan,dan kerja nyata beliau menjadikan daerah ini semakin maju dan sejahtra.
2 minggu lalu
Bapak bupati telah menghadirkan program program yang nyata,tepat sasaran semoga demi kemajuan daerah tetap berkelanjutan dan bapak bupati sehat ( bapak bupati yang terbaik )