x Pulau Seribu Asri

Neraka GBT Makan Korban: Persebaya Runtuhkan Dominasi Malut United 2-1

waktu baca 3 menit
Minggu, 11 Jan 2026 12:35 79 Arthur

​Viralterkini.id, Surabaya – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu venue paling angker di sepak bola Indonesia. Dalam laga lanjutan Super League yang berlangsung Sabtu (10/1/2026), “neraka” yang diciptakan puluhan ribu Bonek dan militansi pemain Persebaya Surabaya sukses memakan korban. Tim papan atas, Malut United, dipaksa pulang dengan kepala tertunduk usai kalah tipis 2-1.

​Pertandingan ini menjadi anomali statistik yang menarik: Malut United menguasai permainan, namun Persebaya-lah yang menguasai skor. Strategi pragmatis nan mematikan dari Bernardo Tavares terbukti menjadi antitesis sempurna bagi dominasi penguasaan bola tim tamu.

​Efektivitas Membunuh Bajul Ijo

​Sejak peluit kick-off dibunyikan, Persebaya bermain dengan kesabaran tingkat tinggi. Mereka membiarkan Laskar Kie Raha mendikte tempo, namun menerkam lewat transisi kilat saat lawan lengah.

​Strategi ini membuahkan hasil manis di babak pertama. Gali Freitas menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Malut United.

​Menit ke-14: Sebuah serangan balik cepat diakhiri dengan aksi solo run Gali Freitas. Dengan dingin, ia menaklukkan kiper lawan lewat sepakan terukur ke tiang jauh. GBT meledak.

​Menit ke-37: Gali kembali mencatatkan namanya di papan skor. Bermula dari kemelut di mulut gawang, insting predatornya bekerja lebih cepat dari bek lawan untuk menyambar bola liar. Persebaya menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0 yang efisien.

​Pengepungan Total dan Ketahanan Mental

​Memasuki babak kedua, Malut United yang tak ingin kehilangan muka, mengurung pertahanan tuan rumah. Statistik mencatat penguasaan bola tim tamu menyentuh angka 65% di paruh kedua ini.

​Gempuran demi gempuran itu akhirnya meruntuhkan tembok Persebaya di menit ke-61. Striker asing Malut, Ciro Alves, berhasil mencuri gol lewat sepakan keras, mengubah skor menjadi 2-1 dan menyalakan kembali api harapan tim tamu.

​Sisa 30 menit pertandingan berubah menjadi drama pertahanan hidup mati. Persebaya dipaksa “menderita” di area sendiri. Namun, solidnya duet bek tengah yang dikoordinir Slavko Damjanovic, serta ketenangan Ernando Ari di bawah mistar—yang melakukan penyelamatan krusial di masa injury time—memastikan dominasi Malut United berakhir sia-sia.

​​Pelatih Persebaya: Kemenangan ini Sebagai Kemenangan Mentalitas.

​”Kami tahu Malut United akan datang dan mencoba menguasai bola. Tapi dalam sepak bola, statistik tidak memenangkan pertandingan, gol yang memenangkannya. Malam ini GBT menjadi neraka bagi lawan karena energi suporter dan disiplin taktis pemain saya menyatu sempurna,” tegas Tavares.

​Di kubu lawan, pelatih Malut United, Hendri Susilo, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

​”Kami mendominasi, kami menciptakan peluang, tapi kami dihukum oleh dua kesalahan sendiri. GBT memang tempat yang sulit untuk didatangi jika Anda tidak bermain sempurna,” akunya.

​Dampak Klasemen

​Kemenangan heroik ini mendongkrak posisi Persebaya ke peringkat 6 klasemen sementara dengan 28 poin, membuka kembali peluang bersaing di zona Asia. Sementara bagi Malut United, kekalahan ini menahan mereka di peringkat 4, gagal memangkas jarak dengan pemuncak klasemen. (Arth/Dano)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

16 hours ago
17 hours ago
18 hours ago
19 hours ago
19 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!