x Pulau Seribu Asri

OJK Ingatkan Masyarakat Waspada Maraknya Love Scam di Ruang Digital

waktu baca 3 menit
Sabtu, 10 Jan 2026 12:27 78 Arthur

Viralterkini.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tren kejahatan finansial digital bermodus love scam atau penipuan berkedok hubungan asmara. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyebut kejahatan ini terus meningkat dan bersifat lintas negara.

Menurut Friderica, praktik love scam tidak hanya terjadi di luar negeri, tetapi juga telah teridentifikasi di Indonesia. Ia mencontohkan pembongkaran sindikat internasional yang baru-baru ini terungkap di wilayah Yogyakarta.

“Kasus ini menunjukkan bahwa love scam merupakan kejahatan finansial digital yang berskala global dan juga terjadi di Indonesia,” ujar Friderica dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2025 di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Sebelumnya, Kepolisian Resor Kota Yogyakarta mengungkap dugaan sindikat penipuan asmara jaringan internasional yang beroperasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengungkapan tersebut dilakukan melalui operasi tangkap tangan di kantor PT Altair Trans Service di kawasan Jalan Gito Gati, Kecamatan Ngaglik, pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Dalam praktiknya, sindikat tersebut memanfaatkan aplikasi kencan daring yang merupakan kloning dari aplikasi asal China bernama WOW. Setelah pengguna aplikasi mengirimkan gift atau melakukan top up, pelaku secara bertahap mengirimkan konten berupa foto dan video bermuatan pornografi. Korban penipuan ini diketahui berasal dari berbagai negara, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia.

Friderica yang akrab disapa Kiki menjelaskan bahwa kejahatan semacam ini memiliki risiko lintas batas yang sangat tinggi. Para pelaku menyasar korban di berbagai negara dengan memanfaatkan internet dan aplikasi digital. Para pegawai perusahaan berperan sebagai admin percakapan yang menyamar sebagai perempuan dan menyesuaikan identitas dengan latar belakang negara korban.

“Mereka membangun hubungan emosional palsu, membuat korban merasa memiliki hubungan khusus, lalu secara perlahan membujuk korban untuk mengirimkan uang. Akibatnya, banyak korban mengalami kerugian finansial dalam jumlah besar,” jelasnya.

Selain kerugian materi, korban love scam juga kerap mengalami dampak psikologis yang berat akibat manipulasi emosi yang dilakukan secara sistematis. Hingga akhir 2025, Indonesia Anti Scam Center mencatat sebanyak 3.494 laporan masyarakat terkait love scam dengan total kerugian mencapai Rp49,19 miliar.

Untuk menekan risiko tersebut, OJK melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) terus mengintensifkan edukasi dan literasi anti-penipuan. Upaya ini dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi, mulai dari media sosial, media massa, podcast, hingga sarana transportasi publik, serta kanal perbankan seperti ATM dan aplikasi mobile banking.

OJK menegaskan pentingnya kewaspadaan publik terhadap berbagai modus penipuan yang terus berkembang dan semakin memanfaatkan aspek emosional serta psikologis korban. Kasus love scam yang terungkap di Yogyakarta dinilai mencerminkan pergeseran pola kejahatan finansial digital, dari penipuan investasi semata menjadi manipulasi emosi yang lebih kompleks dan sulit terdeteksi. (Arth)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

12 hours ago
13 hours ago
14 hours ago
14 hours ago
14 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!