Viralterkini.id – Pemerintah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada akhir 2025. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan ekonomi Indonesia hanya tumbuh sekitar 5,45 persen, lebih rendah dari target awal yang berada di kisaran 5,7 hingga 6 persen.
Purbaya menjelaskan bahwa perhitungan terbaru menunjukkan ekonomi tetap tumbuh meski tidak sesuai target awal. Ia menilai capaian tersebut masih cukup baik karena lebih tinggi dibandingkan beberapa kuartal sebelumnya sepanjang 2025.
“Perkiraan pertumbuhan berada di sekitar 5,45 persen jika tidak ada perubahan besar. Angka ini memang di bawah target awal, tetapi masih lebih baik dibandingkan pertumbuhan pada triwulan-triwulan sebelumnya,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Kamis (8/7/2025).
Sepanjang 2025, ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan secara bertahap. Pada kuartal I-2025, ekonomi tumbuh 4,87 persen, mencerminkan tekanan yang masih kuat pada awal tahun.
Memasuki kuartal II-2025, pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,12 persen. Kenaikan ini menunjukkan mulai pulihnya aktivitas ekonomi, terutama dari sisi konsumsi dan kegiatan usaha.
Pada kuartal III-2025, ekonomi tetap tumbuh meski sedikit melambat di level 5,04 persen. Data ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional bergerak stabil, meskipun menghadapi tekanan global dan penyesuaian permintaan eksternal.
Tren tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dalam memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 yang lebih baik dibandingkan periode awal tahun, meski tidak mencapai target awal yang telah ditetapkan.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bergerak lebih cepat pada tahun berikutnya. Ia memperkirakan ekonomi tumbuh di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen.
Perry menilai konsumsi rumah tangga membaik pada kuartal IV-2025. Pemerintah mendorong konsumsi melalui belanja sosial, sementara rumah tangga semakin yakin terhadap kondisi pendapatan dan ketersediaan lapangan kerja.
“Kondisi ini mendorong peningkatan penjualan eceran di berbagai kelompok barang,” kata Perry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia edisi Desember 2025, Rabu (17/12/2025).
Selain konsumsi, investasi nonbangunan juga menunjukkan perbaikan. Dunia usaha meningkatkan aktivitas ekspansi, yang tercermin dari kinerja Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang tetap berada di zona ekspansif.
Namun, Perry mengingatkan bahwa permintaan domestik perlu terus diperkuat. Ia menilai kinerja ekspor berpotensi melambat seiring berakhirnya dorongan ekspor ke Amerika Serikat.
Penurunan ekspor besi baja ke China serta ekspor minyak kelapa sawit ke India turut memberi tekanan pada kinerja perdagangan luar negeri Indonesia.
Pada kesempatan terpisah, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berada di kisaran 4,7 hingga 5,5 persen. BI menilai pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 akan lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya.
Otoritas moneter menyatakan akan terus menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan agar bergerak sesuai dengan kapasitas perekonomian nasional. (gn)
Tidak ada komentar