x Pulau Seribu Asri

Riset Unpatti: Kimia Anorganik Dorong Pemanfaatan Limbah Industri untuk Pembangunan Berkelanjutan

waktu baca 3 menit
Senin, 5 Jan 2026 07:43 75 Arthur

Viralterkini.id, Maluku – Ilmu kimia anorganik kini memainkan peran kunci dalam menjawab tantangan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui transformasi limbah industri dan pemanfaatan bahan alam lokal. Hal itu disampaikan Guru Besar Kimia Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Prof. Hellna Tehubijuluw, yang menilai pendekatan ini mampu mengubah limbah menjadi material fungsional bernilai ekonomi tinggi.

Menurut Prof. Hellna, dalam dua dekade terakhir kimia anorganik telah mengalami pergeseran paradigma. Disiplin ilmu ini tidak lagi terbatas pada kajian struktur dan sifat senyawa, melainkan berkembang menjadi solusi konkret atas persoalan lingkungan, energi, dan material maju.

Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan kekayaan sumber daya alam melimpah, masih dihadapkan pada persoalan serius berupa penumpukan limbah industri serta minimnya pemanfaatan bahan alam lokal secara optimal. Salah satu contoh nyata adalah limbah pertambangan seperti red mud—residu dari proses ekstraksi bauksit—yang selama ini dipersepsikan sebagai beban ekologis.

“Melalui sudut pandang kimia anorganik, red mud justru dapat dipahami sebagai sumber oksida logam bernilai tinggi yang berpotensi diolah menjadi material fungsional,” ujar Prof. Hellna di Ambon, pada Sabtu (01/26), sebagaimana dilansir ANTARA Maluku.

Ia menjelaskan, dengan menerapkan berbagai metode sintesis anorganik seperti hidrotermal, sol–gel, impregnasi, dan kopresipitasi, limbah tersebut dapat dikonversi menjadi zeolit sintetis tipe ZSM-5 serta material komposit berbasis oksida logam. Material hasil olahan ini memiliki struktur berpori terkontrol, luas permukaan tinggi, serta kemampuan adsorpsi dan fotokatalitik yang efektif.

Tak hanya mampu menyerap polutan, material tersebut juga dapat mendegradasi zat pencemar secara aktif melalui iradiasi cahaya. Potensi ini menjadikannya sangat relevan untuk pengolahan air limbah, baik skala domestik maupun industri.

Kebaruan riset yang dikembangkan, lanjutnya, terletak pada pemanfaatan limbah dan bahan alam lokal secara langsung tanpa melalui proses pemurnian yang rumit, mahal, dan boros energi. Tanah kaya besi, termasuk tanah Humuturi di Maluku, misalnya, dapat dimodifikasi secara sederhana menjadi material fotokatalis berbasis Fe-ZnO.

Pendekatan ini dinilai sejalan dengan prinsip green chemistry karena menekan biaya produksi sekaligus mendukung konsep ekonomi berkelanjutan. Dari sisi keilmuan, riset tersebut turut memperkaya pemahaman tentang kontrol morfologi material, sinergi antara proses adsorpsi dan fotokatalisis, serta keterkaitan antara struktur material dan aktivitas reaksi.

Prof. Hellna menambahkan, pendekatan yang dikembangkan bersifat aplikatif dan dapat direplikasi di laboratorium dengan fasilitas terbatas. Dampaknya pun tidak hanya dirasakan di ranah akademik, tetapi juga membuka peluang hilirisasi mineral non-logam, pengembangan produk turunan seperti silika gel, zeolit, dan material penyerap limbah, hingga pemberdayaan masyarakat lokal.

“Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, Maluku memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan material anorganik berbasis sumber daya lokal di Kawasan Timur Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan, capaian ini menunjukkan bahwa kimia anorganik merupakan instrumen strategis dalam transformasi limbah dan pemanfaatan potensi lokal untuk pembangunan berkelanjutan. “Sebagai akademisi, ini merupakan tanggung jawab moral agar ilmu yang dikembangkan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tutupnya. (gn)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

15 hours ago
16 hours ago
17 hours ago
17 hours ago
17 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!