IMG-20251201-WA0015 Viralterkini.id, Jakarta — Duet pembalap muda Avila Bahar dan Putera Adam mencatatkan hasil impresif pada ajang balap ketahanan Sepang 1000 Km 2024 di Sepang International Circuit, Malaysia, Sabtu (29/11).
Meski sempat mengalami masalah teknis serius saat start, keduanya berhasil melakukan comeback luar biasa dan menutup balapan di posisi lima besar.
Tak hanya itu, pasangan Indonesia–Malaysia yang turun bersama tim Honda Malaysia Racing Team (HMRT) tersebut juga mencatatkan fastest lap pada balapan bergengsi ini.

Insiden tak terduga terjadi tepat di starting grid. Ketika seluruh peserta bersiap menjalani start rolling, throttle Honda Civic FE yang dikemudikan Avila tiba-tiba mati.
Kondisi ini membuat tim dan pembalap sempat terkejut. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari reset sistem hingga mengganti throttle body, namun mobil tetap tidak merespons.
“Sudah coba direset dan lain-lain, sampai ganti throttle body, masih tidak mau jalan juga,” ujar Alvin Bahar, pembalap senior Honda Racing Indonesia yang mendampingi Avila di Sepang.

Menurutnya, masalah ini membuat mobil baru bisa keluar dari pit setelah balapan berjalan 11 lap, membuat Avila dan Putera harus memulai perlombaan dari posisi paling belakang, tepatnya di urutan ke-65.
Kondisi tertinggal 12 lap sejak awal tentu menjadi tantangan besar. Namun Avila dan Putera menunjukkan mental pembalap profesional yang pantang menyerah.
Persiapan matang melalui sesi latihan dan simulasi yang dijalani hingga larut malam menjadi modal kuat untuk mengejar ketertinggalan di ajang ketahanan delapan jam tersebut.
Secara bergantian, Avila dan Putera memacu Honda Civic FE nomor 27 dengan maksimal. Lap demi lap, keduanya memperlihatkan kecepatan kompetitif dan konsistensi tinggi.
Performa agresif namun terukur itu membuahkan hasil mengesankan. Setelah menempuh total 172 lap dengan catatan waktu 8:30:41.794, keduanya menutup balapan di posisi kelima overall (P5).
Capaian tersebut semakin istimewa karena mereka juga berhasil mencatatkan fastest lap sepanjang balapan, yakni 2:30.910 pada lap ke-51.
Catatan waktu itu menandai kemampuan teknis mobil dan kualitas mengemudi dari duo muda tersebut, meski sempat mengalami masalah krusial di awal lomba.
“Finish kelima hanya kalah sembilan lap dari juara pertama. Bisa dibilang, kita menang tiga lap kalau tidak ada masalah saat start,” ungkap Alvin Bahar yang berperan sebagai advisor HMRT.
Menurutnya, performa Avila dan Putera menunjukkan potensi besar keduanya untuk bersaing di level lebih tinggi.
Avila sendiri mengaku puas dengan pencapaian tersebut. Baginya, ajang Sepang 1000 Km bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga momen penting untuk mempertajam kemampuan menjelang lanjutan kompetisi nasional.
“Ini sekalian jadi latihan dan persiapan untuk dua putaran terakhir ITCR 2025 pada 13–14 Desember di Sirkuit Mandalika,” ujar Avila.
Ia menambahkan bahwa pengalaman berlaga di balap ketahanan memberikan banyak pelajaran yang akan sangat berguna untuk seri penutup musim depan.
Walau harus memulai balapan dengan kondisi jauh tertinggal, Avila dan Putera mampu membalikkan keadaan dengan menunjukkan disiplin, strategi pit yang baik, serta kemampuan mengemudi di atas rata-rata.
Tim HMRT menilai pencapaian ini sebagai salah satu performa comeback terbaik yang pernah mereka catatkan di ajang Sepang 1000 Km.
Secara keseluruhan, keberhasilan meraih P5 dan mencetak fastest lap mempertegas kualitas Avila Bahar sebagai salah satu pembalap muda Indonesia paling menjanjikan saat ini.
Begitu pula Putera Adam, yang tampil konsisten dan kuat selama stint balapan. Kombinasi keduanya memberikan warna berbeda bagi HMRT di tahun ini, sekaligus menegaskan kekuatan kolaborasi pembalap muda kawasan Asia Tenggara.
Ke depan, Avila akan langsung mengalihkan fokus ke persiapan menghadapi dua seri akhir ITCR 2025 di Mandalika yang akan menentukan posisinya dalam klasemen nasional.
Sementara Putera Adam juga dijadwalkan kembali memperkuat HMRT untuk agenda balap berikutnya di Malaysia.
Dengan performa yang begitu solid meski menghadapi tantangan besar sejak start, hasil ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan karier kedua pembalap muda tersebut.
Sepang 1000 Km kembali membuktikan bahwa dalam dunia balap, segala kemungkinan dapat terjadi, dan kerja keras tak pernah mengkhianati hasil.
Tidak ada komentar