x Pulau Seribu Asri

Kepala BNPB Tinjau Penanganan Karhutla Riau, Tekankan Sinergi dan Tambahan Personel

waktu baca 3 menit
Kamis, 24 Jul 2025 13:42 108 Agung

Viralterkini.id, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., meninjau langsung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.

Dalam kunjungan kerjanya yang memasuki hari ketiga, Suharyanto memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla yang digelar di Gedung Daerah Serindit, Kota Pekanbaru, Rabu (23/7).

Kehadirannya di Riau bertujuan untuk memastikan seluruh mekanisme pengendalian karhutla berjalan efektif.

BNPB bersama pemerintah daerah terus berupaya melakukan penguatan respons darurat, termasuk melalui operasi udara dan darat.

Pada kesempatan tersebut, Suharyanto menjelaskan perkembangan penanganan karhutla yang dilakukan secara intensif oleh BNPB bersama unsur gabungan.

Ia mengungkapkan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) telah dilaksanakan secara aktif, ditambah upaya pemadaman udara dengan helikopter water bombing serta mobilisasi personel satgas darat di berbagai titik kebakaran.

“Kemarin pelaksanaan OMC dilakukan dengan enam sortie, dari pagi hingga pukul sembilan malam. Dua pesawat sudah terus berjalan. Kalau memang kurang, kami siap menambah satu pesawat lagi,” ujar Suharyanto dalam keterangannya.

Sementara itu, untuk pemadaman melalui udara, BNPB telah mengerahkan helikopter water bombing yang membawa empat ton air dalam satu kali siram.

Menurut Suharyanto, efektivitas penyiraman harus terukur dan tepat sasaran, karena keberhasilan operasi menjadi penentu evaluasi.

“Heli water bombing bisa bawa empat ton air sekali siram. Tapi kalau tidak tepat sasaran, maka operasi dianggap gagal. Karena itu kami terus tekankan akurasi di lapangan,” ujarnya tegas.

Ia menyebut hingga Selasa (22/7), telah dilakukan 854 kali water bombing pada titik-titik api yang tidak dapat dijangkau oleh pasukan darat.

Jumlah itu menunjukkan keseriusan dan intensitas upaya penanganan, terutama pada daerah yang sulit diakses.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Kepala BNPB juga menyoroti pentingnya penguatan satgas darat, khususnya di wilayah yang masih terdampak kebakaran hebat seperti Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu.

Bila jumlah personel yang ada saat ini dirasa belum cukup, BNPB membuka opsi penambahan.

“Kalau 100 orang dari Polres dan Kodim masih belum cukup, bisa kami tambah lagi agar wilayah tersebut bisa ditangani lebih cepat dan efektif,” kata Suharyanto.

Langkah penambahan ini dianggap penting untuk menjangkau area yang tidak dapat disemprot lewat udara, serta untuk memperkuat patroli dan tindakan preventif terhadap potensi titik api baru.

Suharyanto juga mengingatkan agar masyarakat dan pemangku kepentingan lokal menjadikan kejadian karhutla tahun-tahun sebelumnya sebagai pelajaran.

Ia menyoroti dua momen besar, yakni karhutla besar pada 2015 dan 2019, yang sempat melumpuhkan aktivitas masyarakat Riau secara masif.

“Siklusnya memang terjadi tiap empat tahun. Tahun 2023 bisa kita lewati. Seharusnya 2025 ini justru lebih kecil. Kalau sekarang lebih besar dari 2023, berarti ini bukan karena cuaca, tapi karena masyarakat yang masih melakukan pembakaran,” tegasnya.

Ia mengimbau agar kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla tetap dijaga dan ditingkatkan.

Menurutnya, anomali karhutla tahun ini seharusnya menjadi peringatan keras untuk semua pihak, terutama dalam hal pencegahan di tingkat akar rumput.

“Kami imbau masyarakat Riau, jangan sampai kebakaran 2025 lebih parah dari 2023. Itu artinya kesadaran kita menurun, padahal kita sudah belajar dari tahun-tahun sebelumnya,” tandasnya.

Menutup pemaparannya, Kepala BNPB mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang telah terlibat dalam penanganan karhutla di Riau.

Ia menekankan bahwa kerja sama antarinstansi menjadi kunci utama dalam mengatasi bencana yang kompleks seperti karhutla.

“Secara umum, penanganan di Riau ini sudah menunjukkan kemajuan, meski tetap harus ditingkatkan. Tapi tidak mungkin satu institusi saja yang bekerja. Semua harus bersinergi, baik pusat maupun daerah, TNI, Polri, dan masyarakat,” pungkas Suharyanto.

Dengan terus meningkatnya intensitas dan sebaran titik api di beberapa wilayah, BNPB akan terus melakukan pemantauan dan penyesuaian strategi untuk merespons dinamika di lapangan.

Fokus utama adalah keselamatan masyarakat, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi lokal yang terdampak oleh karhutla.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

16 hours ago
17 hours ago
18 hours ago
19 hours ago
19 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!