x Pulau Seribu Asri

BNPB Laporkan Banjir dan Karhutla Landa Sejumlah Wilayah, Warga Diminta Waspada

waktu baca 4 menit
Sabtu, 5 Jul 2025 22:38 132 Agung

Viralterkini.id, Jakarta — Sejumlah wilayah di Indonesia dilaporkan terdampak bencana hidrometeorologi dan geologi pada awal Juli 2025.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan situasi bencana dan penanganannya, yang terpantau hingga Sabtu (5/7).

Bencana banjir melanda Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, pada Jumat (4/7), usai hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Data sementara menyebutkan banjir berdampak pada 11 desa di lima kecamatan, mengakibatkan 620 kepala keluarga (KK) atau 3.073 jiwa terdampak.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pendataan lanjutan di lapangan.

Kerugian material meliputi 620 unit rumah terdampak, dua titik akses transportasi terputus, empat unit talud rusak, serta empat titik bangunan pengamanan pantai rusak.

BNPB mencatat sebagian wilayah mulai mengalami penurunan genangan air, sementara di sejumlah titik banjir masih bertahan meski volumenya menurun.

Di wilayah Jawa Barat, banjir juga terjadi di Kabupaten Bogor pada hari yang sama. Bencana ini menerjang Desa Puspasari di Kecamatan Citeureup, berdampak pada 45 KK atau sekitar 180 jiwa.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Warga secara mandiri bergotong royong membersihkan material lumpur dan sampah yang terbawa banjir.

Selain itu, banjir yang sempat melanda tiga desa di dua kecamatan, yakni Bojonggede dan Citeureup, pada Kamis (3/7), telah surut sepenuhnya.

Banjir sebelumnya menyebabkan kerusakan pada satu unit rumah kategori rusak sedang, sedangkan 283 unit rumah lainnya terdampak.

Total warga terdampak di dua kecamatan tersebut mencapai 283 KK atau 1.154 jiwa. Sebanyak satu KK dengan lima jiwa sempat mengungsi ke rumah keluarga terdekat.

Sementara di wilayah Indonesia timur, banjir juga terjadi di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, tepatnya di Kecamatan Manokwari Selatan, Desa Ransiki, pada Rabu (2/7) sekitar pukul 17.45 WIT.

Peristiwa ini berdampak pada 57 KK atau 215 jiwa. Pantauan BNPB pada Jumat (4/7) menunjukkan genangan mulai surut dari semula 100 cm menjadi 50 cm, meskipun hujan masih mengguyur wilayah tersebut.

Tim BPBD setempat terus memonitor perkembangan cuaca dan potensi banjir susulan.

Selain banjir, bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga terjadi di Kabupaten Nias Utara, Sumatra Utara, pada Rabu (2/7).

Karhutla melanda Desa Muzoi di Kecamatan Lahewa Timur, dengan total lahan terbakar mencapai 10 hektare.

Petugas gabungan berhasil memadamkan beberapa titik api, namun pantauan BNPB hingga Jumat (4/7) menunjukkan masih ada beberapa titik api yang belum sepenuhnya padam.

Upaya pemadaman terus dilakukan dengan menurunkan personel gabungan serta peralatan pendukung.

Menyikapi ancaman bencana hidrometeorologi dan geologi, BNPB mengimbau pemerintah daerah serta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Kepala BNPB menekankan perlunya sinergi pentaheliks, melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta media, dalam upaya pencegahan maupun penanganan bencana.

BNPB juga menyoroti pentingnya mitigasi kebakaran hutan dan lahan melalui pencegahan sedini mungkin, termasuk dengan operasi teknologi modifikasi cuaca sebagai langkah pengendalian.

“Pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan pemadaman api saat sudah membesar,” demikian imbauan BNPB. BNPB juga meminta masyarakat di daerah rawan banjir dan longsor untuk selalu memantau prakiraan cuaca resmi serta kondisi struktur tanah sekitar, terutama di musim hujan dengan potensi curah hujan tinggi. Informasi peringatan dini dapat diakses melalui kanal resmi BMKG maupun BPBD setempat.

Lebih lanjut, BNPB juga mengingatkan bahwa ancaman bencana geologi seperti erupsi gunung api dan gempa bumi bersifat sulit diprediksi.

Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk selalu memperbarui informasi dan mengikuti arahan pemerintah daerah agar meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian material.

BNPB berkomitmen terus memantau situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan BPBD di seluruh wilayah Indonesia.

Petugas gabungan juga tetap bersiaga untuk merespons potensi bencana yang dipicu faktor cuaca ekstrem, perubahan iklim, maupun aktivitas geologi.

Masyarakat diimbau tidak panik, namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan dengan memahami jalur evakuasi, prosedur penanganan darurat, serta menyimpan peralatan siaga bencana di rumah masing-masing.

Dengan adanya laporan berkala ini, BNPB berharap penanganan bencana dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Pemerintah daerah pun diingatkan agar segera menyampaikan laporan perkembangan situasi ke posko BNPB agar bantuan logistik dan peralatan penanganan bencana dapat didistribusikan tanpa kendala.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

19 hours ago
20 hours ago
22 hours ago
22 hours ago
22 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!