x Pulau Seribu Asri

Rutinitas Banjir Akhirnya Banten dan Jakarta Ingin Atasi Banjir Bersama-sama

waktu baca 3 menit
Rabu, 18 Jun 2025 07:11 171 M Ary K

Viralterkini.id, JAKARTA – Banjir terus menerjang Banten dan Jakarta. Untuk itu, perlu dicari solusi bersama dua wilayah untuk mengatasinya. Ulasan ini dikemukakan Gubernur Banten Andra Soni.

“Provinsi Banten dan Jakarta selama ini belum terlalu kompak dalam mengatasi persoalan banjir,” tutur Andra, Selasa.

Dia berharap bisa mencari solusi bersama atas masalah tersebut antara Banten dan Jakarta.

“Apalagi saat kita mengalami bencana, waktu banjir, kita kompak. Kita kompak merasakan banjir. Tapi belum kompak untuk menyelesaikan permasalahan banjirnya,” kata Andra dalam Forum Kerja Sama Mitra Praja Utama di Jakarta Pusat, Selasa.

Andra mencontohkan, pada hari dan saat yang sama, banjir bisa terjadi bersamaan di wilayah Jakarta, Bekasi, dan Tangerang. Namun, sayangnya, meski mengalami persoalan yang sama di waktu yang bersamaan, wilayah-wilayah tersebut belum mendapatkan solusi yang sama.

Andra mengungkapkan, sejatinya kolaborasi antara Jakarta dan Banten sudah berjalan, meski masih perlahan. Kerja sama itu pun diakuinya memberi manfaat bagi warga kedua wilayah.

Beberapa kerja sama sudah terjalin. Di antaranya termasuk pembukaan sejumlah koridor transportasi antarwilayah yang menurutnya telah memberi manfaat bagi warganya.

“Mungkin bagi pandangan public, ini prestasi Jakarta. Bagi saya, siapa pun yang berprestasi terpenting masyarakat menikmatinya,” kata Andra.

Terlebih, menurutnya, Jakarta dan Banten saling berhubungan. Andra pun berharap nantinya Jakarta dan Banten juga bisa memiliki kerja sama di bidang lain, termasuk mencari solusi bersama dalam mengatasi persoalan banjir.

Pemecah Ombak

Sementara itu, untuk mengatasi banjir dan abrasi,Suku Dinas Sumber Daya Air Kepulauan Seribu melakukan sosialisasi pembangunan tanggul dan pemecah ombak (breakwater) di tiga kelurahan yang ada di kabupaten tersebut dengan biaya mencapai 82,48 miliar.

“Saat ini kami lakukan sosialisasi rencana pembangunan tanggul dan breakwater di tiga kelurahan,” kata Kepala Seksi Pantai Suku Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Kepulauan Seribu, Wahyu Maulana, di Jakarta, Selasa.

Proyek tersebut berada di Kelurahan Pulau Kelapa, Pulau Tidung dan Pulau Lancang. Menurutnya, sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan perlindungan wilayah pesisir dari ancaman abrasi dan gelombang laut tinggi.

Proyek pembangunan ini akan mencakup sejumlah pekerjaan konstruksi di beberapa titik strategis. Untuk pembangunan tanggul di Pulau Kelapa akan dilakukan di Jalan Lingkar Utara sepanjang kurang lebih 888 meter.

Sedangkan di Pulau Tidung, tanggul akan dibangun di sisi utara dan barat sepanjang 597 meter. Untuk breakwater akan dibangun di sisi selatan Pulau Lancang dengan panjang sekitar 278 meter.

Wahyu menjelaskan komponen utama yang digunakan dalam konstruksi untuk pemecah ombak di Pulau Lancang berupa kubus berongga berukuran 60x60x60 centimeter (cm) dan tetrapod seberat 390 kilogram (kg).

Kemudian tanggul Pulau Kelapa dan Pulau Tidung terdiri dari besi beton segi delapan dengan diameter 0,6 meter, tinggi 0,5 meter dan tebal 0,1 meter. “Kami berharap pelaksanaan proyek mendapat dukungan dari masyarakat. Sebab ini menjadi bagian dari solusi jangka panjang terhadap kerentanan pesisir di wilayah Kepulauan Seribu,” jelasnya. (bc)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

16 hours ago
17 hours ago
18 hours ago
19 hours ago
19 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!