filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0;
brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.4037037, 0.78125);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 38; Viralterkini.id, Jakarta – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan menggelar Kongres Biasa pada 4 Juni 2025 dengan empat agenda utama yang menjadi sorotan penting dalam pengembangan sepak bola nasional.
Agenda tersebut tertuang dalam dokumen resmi yang telah dibagikan kepada 92 perwakilan anggota PSSI yang akan hadir dalam kongres.
Kongres ini akan dihadiri oleh seluruh perwakilan anggota, mulai dari Asosiasi Provinsi (Asprov), klub Liga 1, Liga 2, dan Liga 3, hingga asosiasi terkait seperti Federasi Futsal Indonesia dan Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia.
Dalam agenda tersebut, sejumlah pembahasan krusial akan dibahas, termasuk laporan tahunan, perubahan keanggotaan, dan pengesahan statuta terbaru.
Agenda pertama yang akan dibahas dalam kongres adalah penyampaian laporan kegiatan PSSI tahun 2024–2025 serta rencana program PSSI untuk tahun 2025–2026.
Laporan ini akan disampaikan setelah seluruh proses legalitas dan formalitas kongres selesai dilakukan.
Agenda kedua berfokus pada aspek keuangan. PSSI akan memaparkan laporan keuangan tahun 2024 dan rencana anggaran tahun 2025.
Mengingat adanya dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang digunakan untuk pembinaan sepak bola nasional, laporan ini akan disampaikan secara terbuka oleh perwakilan pengurus PSSI.
Agenda ketiga adalah pembahasan mengenai penerimaan, pemberhentian, dan perubahan nama serta domisili anggota PSSI.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah Bhayangkara FC, yang disebut telah mengajukan perubahan domisili dan berencana memindahkan markasnya ke Provinsi Lampung.
Sementara itu, agenda keempat adalah pengesahan Statuta PSSI edisi 2025. Meski statuta ini telah dibahas dan disosialisasikan sebelumnya kepada seluruh anggota, pengesahan resminya baru akan dilakukan dalam kongres ini.
Perubahan dalam statuta ini diyakini akan memengaruhi tata kelola organisasi PSSI ke depan.
Sebanyak 92 delegasi akan hadir dalam Kongres Biasa PSSI 2025. Terdiri dari 38 Asprov, 18 klub Liga 1, 16 klub Liga 2, 15 klub Liga 3, dan 5 asosiasi.
Berikut daftar lengkap peserta kongres:
38 Asprov PSSI:
Asprov dari seluruh provinsi di Indonesia akan hadir, termasuk empat provinsi baru di Papua sebagai peninjau: Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
18 Klub Liga 1:
Klub-klub besar seperti Persib, Persija, Persebaya, PSM Makassar, dan Bali United turut serta dalam kongres ini. Klub promosi seperti Semen Padang dan PSBS Biak juga hadir.
16 Klub Liga 2:
Klub-klub tradisional seperti PSMS Medan, Sriwijaya FC, dan Persela Lamongan akan bergabung dalam pembahasan penting tersebut. Bhayangkara FC, yang tengah mengajukan perubahan domisili, juga termasuk di dalamnya.
15 Klub Liga 3:
Klub dari berbagai daerah turut hadir, seperti Persiba Balikpapan, PSDS, Persiba Bantul, dan PSGC Ciamis.
5 Asosiasi Sepak Bola:
Kongres ini menjadi momentum penting bagi PSSI dalam menjaga transparansi, khususnya dalam pengelolaan dana publik dan reformasi organisasi.
Pembahasan statuta dan keanggotaan menjadi dua fokus utama yang diyakini dapat membawa perubahan signifikan terhadap arah kebijakan federasi.
Agenda keuangan pun menjadi penting karena menyangkut dana publik, yang kerap menjadi sorotan berbagai pihak.
Dengan penyampaian laporan secara terbuka, PSSI menunjukkan komitmen terhadap akuntabilitas dan profesionalisme.
Kongres Biasa 2025 ini diharapkan menghasilkan keputusan strategis yang mampu mempercepat transformasi sepak bola Indonesia menuju arah yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Dengan representasi lengkap dari seluruh ekosistem sepak bola nasional, keputusan yang diambil dalam forum ini akan berdampak luas terhadap penyelenggaraan kompetisi, pembinaan usia dini, hingga penguatan tata kelola organisasi.
PSSI juga diharapkan mampu menindaklanjuti hasil kongres dengan aksi nyata dalam implementasi program dan pengawasan terhadap seluruh anggotanya, termasuk proses perubahan nama dan domisili klub yang harus sesuai regulasi.
Kongres ini menjadi tonggak awal bagi langkah besar PSSI dalam menciptakan sistem sepak bola nasional yang solid, inklusif, dan berprestasi.
Tidak ada komentar