x Pulau Seribu Asri

Kemenpora Ambil Alih Seleksi Nasional Tiga Cabor untuk SEA Games 2025

waktu baca 3 menit
Kamis, 8 Mei 2025 16:34 286 Agung

Viralterkini.id, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi mengambil alih pelaksanaan Seleksi Nasional (Seleknas) bagi tiga cabang olahraga (cabor) yang mengalami kendala internal, yaitu tenis meja, sepak takraw, dan tinju.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan menghadapi ajang SEA Games 2025 yang akan digelar di Thailand.

Pengumuman pengambilalihan disampaikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo dalam konferensi pers di Media Centre Kemenpora, Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Menpora hadir bersama Wakil Menteri Taufik Hidayat dan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono.

“Seleknas akan dimulai dari cabang olahraga tenis meja yang dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 28 Mei 2025 di GBK Arena, Senayan, Jakarta. Setelah itu, seleknas untuk cabang tinju dan sepak takraw akan digelar pada Juni atau Juli. Tanggal pastinya akan segera kami umumkan,” kata Menpora Dito.

Menurut Dito, keputusan ini diambil demi melindungi hak para atlet yang terancam tidak dapat tampil di ajang internasional akibat konflik internal dan dualisme dalam kepengurusan masing-masing cabang olahraga.

“Kita ingin memastikan bahwa atlet tetap mendapatkan kesempatan untuk dibina dan berkompetisi. Siapa pun atletnya, dari federasi mana pun, diperbolehkan mengikuti seleknas. Yang penting, mereka layak dan siap dibina di pelatnas untuk SEA Games 2025,” tegas Dito.

Menpora juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan pembinaan cabang olahraga yang memiliki nilai budaya tinggi di masyarakat Indonesia.

“Tiga cabang olahraga ini memiliki akar budaya yang kuat. Kami ingin memastikan mereka tidak terhenti perkembangannya hanya karena persoalan organisasi,” ujarnya.

Seperti diketahui, sejumlah cabang olahraga menghadapi persoalan kepengurusan yang belum terselesaikan. Di antaranya adalah tenis meja dan tinju yang tengah mengalami dualisme kepengurusan.

Dalam cabang tinju, misalnya, munculnya Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) setelah Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) diberhentikan sebagai anggota Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atas rekomendasi Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Sementara itu, Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) diguncang polemik internal menyusul gugatan terhadap Ketua Umum Asnawi yang terpilih kembali untuk periode ketiga.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa ketiga cabor tersebut tidak memiliki legitimasi untuk menyelenggarakan seleknas dan mengirimkan atlet ke ajang SEA Games.

Saat ditanya mengenai langkah penyelesaian jangka panjang atas konflik di induk organisasi olahraga tersebut, Menpora Dito tidak memberikan batas waktu penyelesaian.

Namun ia mengimbau agar seluruh pihak melepaskan ego masing-masing demi kepentingan olahraga nasional.

“Kita semua harus menomorsatukan kepentingan atlet dan prestasi bangsa. Permasalahan organisasi sebaiknya tidak mengorbankan masa depan para atlet,” tegas Dito.

Menanggapi kekhawatiran soal kriteria atlet yang akan mengikuti seleknas, mengingat ketiga cabang tersebut tidak menggelar kejuaraan nasional (kejurnas) dalam beberapa tahun terakhir, Menpora menjawab bahwa pihaknya tetap akan melakukan seleksi secara terbuka dan mempertimbangkan aktivitas kompetisi di tingkat daerah.

“Memang tidak ada kejurnas, tetapi bukan berarti tidak ada tolok ukur. Atlet tetap aktif di daerah dan akan kita beri kesempatan yang adil. Intinya, kita ingin memaksimalkan potensi yang ada,” jelasnya.

Dengan pengambilalihan ini, Kemenpora berupaya menjaga kesinambungan pembinaan atlet nasional agar Indonesia tetap kompetitif di ajang olahraga kawasan.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam menghadapi stagnasi akibat konflik internal di federasi olahraga.

SEA Games 2025 di Thailand akan menjadi ajang penting bagi Indonesia untuk memperbaiki peringkat prestasi sekaligus memperkuat fondasi pembinaan atlet muda.

Kemenpora menegaskan, seleknas yang terbuka dan profesional akan menjadi pijakan awal menuju target tersebut.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

16 hours ago
17 hours ago
18 hours ago
19 hours ago
19 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!