filter: 0; fileterIntensity: -0.01; filterMask: 0; captureOrientation: null;
brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: night;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 524288;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 38; Viralterkini.id, Jakarta — Komite Olimpiade Indonesia (KOI) secara resmi mencabut keanggotaan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) sebagai buntut dari kebijakan tegas International Olympic Committee (IOC) yang menghentikan afiliasi dengan International Boxing Association (IBA) dan mengakui World Boxing sebagai federasi resmi cabang olahraga tinju internasional.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, dalam sesi jumpa pers usai pembukaan Rapat Anggota KOI Tahun 2025 di Jakarta, Selasa (22/4/2025).
Oktohari menegaskan bahwa keputusan ini merupakan mandat mutlak dari IOC yang harus dipatuhi seluruh National Olympic Committee (NOC) di dunia, termasuk Indonesia.
“Dengan berat hati kami menyampaikan bahwa Pertina resmi dikeluarkan dari keanggotaan KOI. Ini adalah konsekuensi langsung dari keputusan absolut IOC, yang kami terima baik secara tertulis maupun lisan,” ujar Oktohari.
Keputusan tersebut merupakan bagian dari reformasi besar yang dilakukan IOC dalam upaya memperbaiki tata kelola olahraga tinju amatir internasional.
IOC memutuskan mencabut pengakuan terhadap IBA karena berbagai pelanggaran serius dan masalah tata kelola yang tidak kunjung dibenahi. Sebagai gantinya, World Boxing ditunjuk sebagai federasi yang sah.
“Semua NOC di dunia diwajibkan menghentikan seluruh bentuk kerja sama dengan organisasi tinju nasional yang masih berada di bawah naungan IBA. Di Indonesia, itu berarti kami tidak bisa lagi mengakui Pertina yang masih berafiliasi dengan IBA,” jelas Oktohari.
Dampak langsung dari keputusan ini adalah tidak diperbolehkannya Pertina mengirimkan atlet ke ajang internasional.
Segala urusan terkait tinju Indonesia di level global, sementara waktu akan diambil alih langsung oleh KOI.
“Pertina tidak bisa lagi menjalankan fungsi sebagai pengirim atlet ke kejuaraan internasional. Sampai ada kejelasan organisasi baru yang diakui IOC, KOI akan menjadi pihak yang menangani sementara,” kata Oktohari.
KOI akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan pihak-pihak terkait guna memastikan pembinaan dan pengiriman atlet tetap berjalan.
Fokus utamanya adalah memastikan atlet-atlet tinju Indonesia tidak kehilangan kesempatan tampil di berbagai multievent seperti SEA Games, Asian Games, dan Asian Youth Games.
“Kami tidak ingin petinju Indonesia kehilangan kesempatan bertanding. Kami akan duduk bersama Kemenpora dan stakeholder lain untuk menyusun mekanisme baru dalam proses seleksi dan pemberangkatan atlet,” ujarnya.
Terkait pembentukan organisasi tinju baru yang dapat diterima IOC, KOI akan melakukan konsultasi intensif dengan IOC dan World Boxing agar Indonesia tetap memiliki federasi resmi yang diakui secara global.
“Kami akan mencarikan solusi terbaik. Harus ada badan baru yang legal dan diakui oleh IOC agar atlet kita tetap punya tempat bertanding dan tidak menjadi korban dari dinamika ini,” ujar Oktohari.
Oktohari menyebut, KOI sudah memantau dinamika yang terjadi dalam organisasi tinju internasional sejak 2024.
Komunikasi awal kepada Pertina bahkan telah dilakukan sejak September 2024 sebagai langkah antisipatif terhadap perubahan arah kebijakan IOC.
“Kami sudah mengingatkan sejak tahun lalu mengenai gejolak di dunia tinju internasional. Hari ini semuanya resmi dan kami harus ambil sikap tegas,” katanya.
Di tengah perubahan besar ini, KOI memastikan bahwa kepentingan atlet akan menjadi prioritas utama.
Meski secara organisasi ada perubahan besar, para petinju akan tetap difasilitasi untuk tetap aktif dan bisa tampil di berbagai kompetisi.
“Kami tegaskan, atlet tidak boleh jadi korban dari perubahan ini. KOI akan mengawal penuh agar pembinaan tetap berjalan dan jalur kompetisi tetap terbuka,” tegas Oktohari.
Dengan pencopotan status keanggotaan Pertina dari KOI, dunia tinju Indonesia memasuki fase transisi yang penting.
KOI berharap proses ini bisa segera menemukan bentuk baru yang lebih solid dan sesuai dengan standar internasional yang ditetapkan IOC dan World Boxing.
Tidak ada komentar