Viralterkini.id, Jakarta – Wasit asal Oman, Ahmed Al Kaf, yang sempat menuai kontroversi karena keputusannya dalam laga Timnas Indonesia kontra Bahrain, dipastikan tidak akan bertugas di ajang Piala Dunia Klub 2025.
Namanya secara mengejutkan dicoret dari daftar wasit utama yang dirilis FIFA untuk turnamen bergengsi yang akan digelar di Amerika Serikat pada 14 Juni hingga 13 Juli 2025.
Ahmed Al Kaf awalnya termasuk dalam daftar wasit Asia yang akan bertugas di Piala Dunia Klub 2025.
Namun, dalam pengumuman terkini, Al Kaf bersama dua asistennya sesama asal Oman, yakni Abubaker Al Amari dan Rashid Al Ghaithi, tidak lagi masuk dalam rombongan yang akan memimpin laga-laga klub elite dunia tersebut.
Dengan dicoretnya nama Ahmed Al Kaf dan timnya, hanya tersisa tiga wasit utama asal Asia yang dipastikan bertugas di Piala Dunia Klub 2025. Mereka adalah Alireza Faghani (Australia), Salman Falahi (Qatar), dan Ilgiz Tantashev (Uzbekistan).
Sementara dua nama lainnya, Omar Al Ali (UEA) dan Ma Ning (China), ditunjuk sebagai wasit cadangan.
Menanggapi pencoretan tersebut, Federasi Sepakbola Oman (OFA) melayangkan protes keras kepada FIFA.
Dalam pernyataan resminya yang dirilis pada Sabtu (19/4/2025), OFA menyatakan kecewa dan mempertanyakan alasan di balik keputusan tersebut.
“Federasi Sepakbola Oman (OFA) mengecam keras dikeluarkannya tim wasit internasional Oman, yang dipimpin oleh wasit Ahmed al Kaf, dari daftar wasit untuk Piala Dunia Klub FIFA. Federasi menegaskan kembali dukungan penuhnya terhadap tim wasit Oman dalam mencapai hak mereka yang sah untuk berpartisipasi dalam turnamen-turnamen besar FIFA, terutama Piala Dunia 2026,” tulis pernyataan OFA.
OFA juga mengungkapkan bahwa Presiden Federasi Sepakbola Oman telah menghubungi Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk menyampaikan protes langsung.
Dalam komunikasi itu, disinggung pula peristiwa serupa saat Ahmed Al Kaf tidak dilibatkan dalam Piala Dunia 2022 Qatar, meski dianggap memiliki pengalaman dan kaliber tinggi sebagai wasit.
Nama Ahmed Al Kaf sebelumnya menjadi sorotan publik Indonesia usai memimpin laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Bahrain dan Indonesia pada Kamis, 10 Oktober 2024.
Dalam laga tersebut, sejumlah keputusan yang diambil Al Kaf dinilai sangat merugikan skuad Garuda.
Pertandingan yang digelar di Manama, ibu kota Bahrain, menjadi penuh kontroversi ketika Timnas Indonesia yang unggul 2-1 hingga waktu normal berakhir, akhirnya harus rela berbagi angka setelah Bahrain menyamakan kedudukan pada menit 90+9. Padahal, Al Kaf hanya memberikan tambahan waktu enam menit.
Netizen Indonesia langsung meluapkan kekecewaan mereka di media sosial, menyebut Al Kaf merampok kemenangan Indonesia.
Protes pun dilayangkan oleh PSSI ke AFC. Namun, laporan keberatan itu tidak mendapatkan tanggapan serius dari otoritas sepakbola Asia.
Meski menuai kecaman, Ahmed Al Kaf tetap dipercaya memimpin laga-laga penting di Asia setelahnya.
Salah satunya ketika memimpin duel antara Esteghlal (Iran) dan Al Nassr (Arab Saudi) pada babak 16 besar AFC Champions League Elite 2024/2025 yang digelar 3 Maret 2025.
Pencoretan mendadak nama Ahmed Al Kaf dari daftar wasit Piala Dunia Klub 2025 memicu berbagai spekulasi.
Sebagian pengamat menilai keputusan tersebut tidak lepas dari sorotan tajam yang terus diarahkan kepada Al Kaf, terutama dari federasi dan media-media di Asia Tenggara.
Namun, hingga kini, FIFA belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan di balik pencoretan Al Kaf.
Dalam daftar yang dirilis FIFA, hanya nama-nama wasit terpilih yang diumumkan tanpa menyebutkan detil penggantian atau alasan pencoretan nama-nama tertentu.
Kendati demikian, keputusan tersebut menjadi sorotan tersendiri, mengingat turnamen Piala Dunia Klub 2025 merupakan ajang perdana dengan format baru yang melibatkan 32 klub dari berbagai benua, termasuk wakil dari Asia seperti Al Hilal dan Urawa Red Diamonds.
Keputusan FIFA ini juga dinilai sebagai langkah penegasan terhadap pentingnya integritas dan profesionalisme wasit dalam turnamen besar.
Pencoretan wasit yang menuai kontroversi dinilai sebagai sinyal bahwa performa pengadil lapangan akan terus dievaluasi secara ketat.
Sementara itu, Timnas Indonesia kini tengah mempersiapkan diri menghadapi laga-laga krusial berikutnya di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Harapannya, keputusan-keputusan wasit ke depan akan semakin adil dan bebas dari kontroversi.
Tidak ada komentar