Viralterkini.id, Jakarta – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengharapkan Bareskrim Polri dapat menelusuri aliran dana Bank DKI yang bocor. “Zaman sekarang, aliran dana mudah dideteksi. Jejak digital akan ketahuan ke mana aliran dana,” tandas Pramono, Rabu (9/4).
Pramono sendiri telah memecat Direktur IT Bank DKI, Amirul Wicaksono. Dia dicopot karena permasalahan layanan bank tersebut sudah terjadi tiga kali dan kejadiannya hampir serupa. Tak pelak, kasus perbankan ini membuat, beberapa hari ini Bank DKI terus menjadi sorotan. Jadi tentu ada masalah sangat serius.
“Kejadian di Bank DKI ini bukan pertama kali. Ini sudah ketiga kali. Anehnya, kejadiannya hampir serupa. Ini memperlihatkan bahwa IT tidak dilaksanakan, tidak dijaga dengan baik,” tambah Gubernur.
Saat ini jabatan Direktur IT dirangkap oleh Direktur Umum Agus Haryoto Widodo dan mulai berlaku sejak selasa (8/4). Meskipun Pramono menandaskan ada kebocoran dana Bank DKI, tidak disebutkan besaran nominalnya.
“Terus terang memang ada kebocoran dana. Jumlah angkanya yang tahu direksi Bank DKI,” ujarnya.
Karena kejadiannya sudah tiga kali, kata Pramono, maka dirinya memutuskan untuk melaporkan masalah ini ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. “Kami sudah minta kepada lembaga independen internasional untuk melakukan audit, tracing, dan monitoring ke mana saja aliran dana,” ungkap Gubernur.
Pramono yakin, Bareskrim pasti segera mengetahui aliran dana bocoran Bank DKI. “Jejak digital apa pun, uang lari ke mana saja, dalam sistem sekarang, pasti akan ketahuan,” tandasnya.
Dalam kesempatan ini, Pramono Anung Wibowo juga memastikan bahwa kebocoran dana Bank DKI akibat gangguan sistem pelayanan, tidak berdampak terhadap nasabah. Kebocoran juga tidak berdampak pada bantuan sosial seperti Kartu Jakarta Pintar.
“Sama sekali tidak ada dampak kepada nasabah. Karena yang diganggu rekening Bank DKI yang ada di Bank BNI. Dengan demikian, sebenarnya nasabah tidak ada gangguan sama sekali,” tukas Pramono. Pramono sudah minta Bank DKI agar seluruh fasilitas transaksi segera dinormalkan.
Nasabah tak dirugikan. Bank DKI-lah yang dirugikan. Pramono minta, nasabah tak perlu khawatir. “Ini semacam dana deposito atau dana cadangan milik Bank DKI,” ucapnya. Dia menjelaskan, pertemuannya dua hari lalu dengan Bank DKI untuk menerima laporan mengenai permasalahan yang terjadi.
Jadi, ada laporan dari direksi. Dia lalu memotret, melihat, dan memutuskan. Akhirnya gubernur, wakil gubernur dan jajaran yang hadir memutuskan pemberhentian Direktur IT Bank DKI. Pramono enggan menyampaikan jumlah kerugian yang terjadi akibat permasalahan layanan Bank DKI. “Biar Bareskrim dan Bank DKI yang menyampaikan,” kata Pramono.
Sementara itu, pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai, perlu penelusuran lebih lanjut terkait kebocoran ini. Trubus mengakui, memang persoalan tidak bisa dianggap remeh. Sebab, Bank DKI adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memiliki tanggung jawab ke nasabah yang banyak.
“Jadi harus secepatnya diantisipasi dengan melakukan investigasi apakah ada unsur kesengajaan seperti serangan siber,” ujar Trubus. Trubus juga mengapresiasi Gubernur Jakarta Pramono Anung yang telah memberikan perhatian khusus persoalan ini. (rs)
Tidak ada komentar