x Pulau Seribu Asri

Shin Tae-yong Akui Kompensasi dari PSSI Belum Lunas, PSSI Klaim Sudah Bayar Puluhan Miliar

waktu baca 3 menit
Minggu, 23 Mar 2025 19:00 651 M Ary K

Viralterkini.id, Jakarta — Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), mengaku belum menerima kompensasi secara penuh dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) usai pemutusan kontrak yang terjadi pada Januari 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan STY usai menghadiri acara nonton bareng laga Australia vs Indonesia dalam lanjutan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Jakarta, Kamis (20/3/2025).

“Lain kali dibicarakan lagi. Belum diselesaikan secara sempurna,” ujar STY melalui penerjemahnya, Jeong Seok Seo atau Jeje, saat dikonfirmasi, Minggu (23/3).

Meski begitu, pelatih asal Korea Selatan itu enggan merinci besaran kompensasi yang sudah diterima maupun yang masih menjadi tanggungan PSSI. STY juga tidak menjelaskan sejauh mana proses negosiasi terkait pembayaran hak-haknya.

Sementara itu, PSSI bersikukuh telah menyelesaikan kewajiban pembayaran kompensasi kepada Shin Tae-yong sesuai dengan perjanjian yang disepakati kedua belah pihak. Hal ini disampaikan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, pada Selasa (7/1/2025).

Menurut Arya, PSSI telah menggelontorkan dana hingga puluhan miliar rupiah sebagai kompensasi buntut dari keputusan pemutusan kontrak kerja sama dengan STY. Namun, Arya tidak merinci secara pasti nominal yang telah dibayarkan.

“Dari sisi finansial, puluhan miliar rupiah yang harus kami bayar (untuk kompensasi) itu pun harus diambil,” ujar Arya dalam keterangan pers di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (7/1/2025).

Arya menambahkan, keputusan PSSI mengakhiri kerja sama dengan STY dilandasi pertimbangan demi kepentingan masa depan Timnas Indonesia. PSSI ingin menyesuaikan gaya kepelatihan dengan karakter pemain timnas yang sebagian besar berkarier di Eropa.

Selain itu, PSSI juga ingin mencari pelatih dengan kepemimpinan kuat di ruang ganti serta mampu memahami karakter skuad Garuda yang kini banyak dihuni pemain diaspora.

“Konsekuensi kami mengambil pemain-pemain diaspora yang makin lama levelnya makin tinggi. Jadi, butuh yang namanya pemimpin pelatih. Didampingi oleh asisten pelatih yang kuat secara teknis. Ini pun sudah dicari oleh Pak Erick,” jelas Arya.

Secara terpisah, Ketua Umum PSSI Erick Thohir juga menegaskan bahwa pihaknya tetap menghormati seluruh kontrak yang sudah disepakati, termasuk soal pembayaran kompensasi untuk STY dan jajaran pelatihnya.

Erick menjelaskan, pemecatan Shin Tae-yong dilakukan meski sang pelatih baru memperpanjang kontrak pada Juni 2024. Sesuai klausul, STY seharusnya menangani Timnas Indonesia di level senior dan U-23 hingga 2027. Namun, kebersamaan itu hanya berjalan enam bulan sebelum akhirnya diputus pada Januari 2025.

“Semua kontrak harus kita hormati. Kalau ingin menjadi federasi kredibel, kita harus jaga kesepakatan yang sebelumnya,” kata Erick.

Ia juga menegaskan, penyelesaian soal kompensasi akan dibahas antara tim hukum masing-masing pihak.

“Tentu nanti antara lawyer dan lawyer akan saling bicara untuk bahas poin kompensasi. Tapi intinya, kita harus hormat dengan apa yang disepakati,” pungkas Erick.

Hingga kini, belum ada kejelasan terkait kelanjutan pembayaran kompensasi tersebut. PSSI dan STY masih bersikukuh dengan pernyataan masing-masing. (ag)

Sumber : https://www.instagram.com/p/DHiU77GTcg3/?igsh=MXF2OGQxbnoyaGp5dQ==

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

13 hours ago
14 hours ago
16 hours ago
16 hours ago
16 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!