x Pulau Seribu Asri

7 Tren Makanan Terpopuler 2026: Evolusi Selera Dunia dan Peluang di Indonesia

waktu baca 4 menit
Kamis, 5 Feb 2026 08:36 53 Arthur

Viralterkini.id – Laporan Top Food Trends 2026 yang dirilis oleh Cozymeal, platform pengalaman kuliner global, menunjukkan perubahan tren makanan yang semakin dipengaruhi oleh gaya hidup modern, kesehatan, dan media sosial. Tren-tren ini bukan hanya berlaku di Amerika Serikat, tetapi juga mulai terlihat di Asia, termasuk Indonesia.

Konsumen kini mencari pengalaman makan yang lebih bermakna, terhubung dengan budaya, dan menghadirkan rasa autentik yang tetap relevan dengan gaya hidup mereka. Tren ini juga dipengaruhi oleh pertumbuhan komunitas kuliner online dan peningkatan minat terhadap makanan sehat.

1. Pengalaman Makan yang Dipersonalisasi

Tren pertama ialah pengalaman kuliner yang dipersonalisasi. Konsumen tidak lagi puas hanya sekadar makan; mereka ingin pengalaman yang dibuat khusus sesuai preferensi rasa, alergi, atau gaya hidup.

Di Indonesia, beberapa restoran dan food service sudah merespons tren ini dengan menawarkan menu build-your-own bowls, diet khusus (mis. keto/vegans), hingga rekomendasi menu berdasarkan profil pelanggan.

2. Comfort Food yang Ditingkatkan

Comfort food klasik kini hadir dalam bentuk yang lebih modern dan sehat. Hidangan seperti bubur ayam dengan topping unik, roti bakar lengkap dengan saus gourmet, hingga mie kuah premium menjadi populer di kalangan semua generasi.

Sementara itu, tren comfort food elevated juga terlihat di banyak warung dan kafe di Jakarta dan Bandung yang memadukan cita rasa tradisional dengan konsep modern.

3. Makanan Berbasis Tanaman Terus Berkembang

Orang semakin memilih plant-based foods karena alasan kesehatan, lingkungan, dan etika hewan. Produk seperti plant-based meatdairy alternative, dan menu vegan kreatif makin sering muncul di restoran besar.

Di Indonesia, pilihan makanan nabati mulai berkembang, dari burger nabati di Bali hingga menu vegan lokal yang memakai bahan seperti tempe, jamur, dan sayuran lokal.

4. Hidangan Etnik Autentik Mendominasi

Tren makanan etnik dengan cita rasa autentik semakin kuat. Cozymeal mencatat pertumbuhan minat terhadap hidangan spesifik seperti Oaxacan tacosFilipino adobo, hingga Korean street food.

Hal ini sejalan dengan tren otentikasi kuliner yang juga makin diperhatikan di Indonesia. Banyak pelanggan kini menyadari perbedaan antara versi “generik Asia” dan hidangan asli dari daerah tertentu.

5. Minuman Fungsional dan Fermentasi

Minuman yang menyehatkan, terutama yang berbasis fermentasi seperti kombucha, kefir, atau minuman herbal lokal, makin mendapat tempat di dapur dunia. Konsumen tak hanya mencari rasa, tetapi juga manfaat kesehatan dari minuman yang mereka konsumsi.

Di Indonesia, minuman fermentasi seperti tapaibrem Bali, dan minuman herbal tradisional kini juga mulai dipasarkan dengan kemasan modern.

6. Kebangkitan Masakan Jalanan

Masakan jalanan kembali menjadi primadona karena nilainya yang otentik, terjangkau, dan penuh karakter. Di berbagai kota besar dunia, beberapa food truck dan street food festival kini makin populer.

Fenomena ini terjadi pula di Indonesia, dengan jajanan seperti sate Padangmartabak maniscireng kekinian, dan siomay Bandung yang sering tampil di festival kuliner.

7. Rasa Global yang Lebih Toleran

Cozymeal juga mencatat bahwa konsumen semakin terbuka terhadap rasa global yang “toleran” — artinya, mereka mau mencoba kombinasi rasa yang tak biasa, seperti manis + pedas, atau rempah pedas digabung dengan teknik pengolahan Barat.

Contohnya, di Indonesia banyak kafe yang memadukan kopi lokal dengan rempah nusantara, atau dessert unik memakai kombinasi durian + cokelat.

Peluang untuk Industri Kuliner Indonesia

Tren-tren ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha kuliner di Indonesia:

  1. Restoran & Kafe Lokal Bisa Fokus pada Pengalaman: Pelanggan makin menghargai cerita di balik hidangan dan pengalaman personal.
  2. UKM Makanan Tradisional Bisa Go Digital: Banyak start-up sudah memasarkan jajanan tradisional lewat marketplace dan social commerce.
  3. Kolaborasi Cita Rasa Lokal dan Global: Peluang muncul dari kombinasi resep tradisional Nusantara dengan tren global seperti plant-based foods.
  4. Pengembangan Produk Fermentasi: Bahan fermentasi lokal bisa dipasarkan sebagai produk fungsional yang menarik pasar kesehatan.

Kunci Sukses Mengikuti Tren

Agar bisnis kuliner di Indonesia tetap kompetitif, pelaku usaha perlu:

  1. Menerapkan data gastronomy untuk memahami permintaan pasar.
  2. Mengadopsi inovasi teknologi pemesanan dan pengantaran.
  3. Menjaga kualitas bahan lokal dengan standarisasi cita rasa.

Dengan cara ini, tren makanan global 2026 dapat menjadi peluang nyata bagi perkembangan food ecosystem Indonesia tanpa kehilangan karakter lokal. (**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri